Siap Jadi Pelopor Kota Bebas Sampah, Pemkot Madiun Bakal Sulap TPA Jadi Spot Wisata Edukatif
BANDUNG - Pemerintah Kota Madiun menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan dengan menargetkan diri sebagai kota bebas sampah (zero waste) pada tahun 2027.
Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, bersama Wakil Wali Kota F. Bagus Panuntun, menegaskan keseriusan langkah tersebut melalui kunjungan langsung ke pabrik mesin pengolah sampah di Desa Gajahmekar, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa (10/6).
Strategi yang diusung tidak hanya bertumpu pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong kemandirian pengolahan sampah di tiap kecamatan. Hal ini bertujuan agar Kota Madiun tidak lagi tergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo.
“Tahun 2027, Kota Madiun harus zero sampah. Itu bukan sekadar wacana, tapi target yang sedang kita kejar dengan langkah nyata,” tegas Wali Kota Maidi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkot juga meninjau langsung mesin pengolah sampah yang telah digunakan di TPST Motah Bakul Agamis, Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon. Teknologi tersebut mengolah sampah organik dan anorganik melalui proses pirolisis dan pembakaran terkendali. Hasil akhirnya berupa abu dan residu yang dapat dijadikan bahan baku paving block ramah lingkungan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mewujudkan salah satu rencana besar Pemkot dalam mendukung program bebas sampah. Yakni dengan mengubah wajah TPA Winongo menjadi kawasan wisata edukatif berbasis lingkungan. Tumpukan sampah pasif yang sebelumnya menjadi persoalan kini tengah disiapkan menjadi landmark kota bernama “Gunung Wisata”.
“Transformasi ini bukan mimpi. Kami ingin membuktikan bahwa bahkan tumpukan sampah bisa menjadi daya tarik wisata, asalkan dikelola dengan tepat,” ungkapnya.
Konsep yang dikembangkan mencakup pemadatan dan pelapisan sampah, penanaman vegetasi hijau, serta pembangunan fasilitas umum seperti jalur pejalan kaki, lintasan off-road, taman edukasi, hingga area santai untuk keluarga. Gunung Wisata ini diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan.
“Gunung ini akan jadi ikon baru. Bukan simbol kegagalan, melainkan keberhasilan mengubah masalah menjadi peluang,” tambahnya.
Program ini juga selaras dengan rencana desentralisasi pengolahan sampah melalui mesin pengolah mandiri di tingkat kecamatan. Jika seluruh infrastruktur rampung sesuai jadwal, maka pada 2027 TPA Winongo akan dihentikan operasionalnya sebagai tempat penampungan sampah, dan resmi dibuka sebagai kawasan wisata hijau.
Dengan visi ini, diharapkan Kota Madiun tak hanya menargetkan menjadi kota bersih, namun juga menghadirkan cara baru dalam menikmati lingkungan yang lestari dan edukatif.
(ws hendro/kus/madiuntoday)