Cegah DBD Meluas, Sekolah Lakukan Fogging Usai Temuan Kasus Positif
MADIUN – Peralihan musim dari hujan ke kemarau meningkatkan risiko penyebaran nyamuk Aedes aegypti, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu kasus terbaru terjadi di SDN 02 Madiun Lor, di mana satu guru dan dua siswa dilaporkan positif DBD.
Menyikapi hal tersebut, salah satu guru kelas VI, Ritha Rahmadani, melapor ke Puskesmas Ngegong. Petugas pun melakukan tindakan cepat dengan pengasapan (fogging) pertama pada Kamis (5/6), dan dilanjutkan dengan fogging kedua tepat seminggu kemudian, Kamis (12/6).
“Ini fogging yang kedua. Tidak mengganggu kegiatan belajar karena dilakukan pagi hari. Bahkan saat ujian pekan lalu, kegiatan tetap berjalan lancar karena asap sudah hilang sebelum ujian dimulai,” ujar Ritha.
Ia juga mengimbau warga sekolah dan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang guna mencegah perkembangan jentik nyamuk.
Sementara itu, Ajeng Yuda Mita, penanggung jawab DBD dari Puskesmas Ngegong, menjelaskan bahwa laporan diterima pada 2 Juni. Hasil penyelidikan epidemiologi menemukan adanya jentik nyamuk di dua titik penampungan air di sekolah.
“Fogging pertama dilakukan 5 Juni, dan hari ini kami lakukan siklus kedua,” ujarnya.
Adapun guru yang terinfeksi dirawat di Puskesmas Balerejo, sementara satu siswa dirawat di RS Santa Clara dan satu lainnya menjalani perawatan di rumah.
(ws hendro/kus/madiuntoday)