Harga Cabai Anjlok, Kota Madiun Alami Deflasi 0,35 Persen pada Mei 2025




MADIUN - Kota Madiun mengalami deflasi sebesar 0,35 persen pada bulan Mei 2025 secara bulanan (month-to-month/mtm). Penurunan ini terutama dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai rawit dan bawang merah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa angka deflasi ini merupakan yang ketiga selama tahun 2025, setelah sebelumnya terjadi pada Januari dan Februari.

“Pada bulan Mei 2025 terjadi deflasi 0,35 persen,” ungkap Aziz.

Secara akumulatif, inflasi dari awal tahun (Januari–Mei) tercatat sebesar 0,88 persen. Sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) dari Mei 2024 ke Mei 2025 berada di angka 1,08 persen—masih berada dalam batas aman target nasional sebesar 2,5 ± 1 persen.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar, yakni 0,46 persen. Menurut Aziz, hal ini disebabkan oleh melimpahnya produksi beberapa komoditas hortikultura.

“Produksi cabai rawit, bawang merah, cabai merah, pepaya, dan wortel meningkat, sehingga harga-harganya turun di pasaran,” jelasnya.

Cabai rawit mencatatkan penurunan harga paling tajam, yakni turun 43,26 persen dengan kontribusi terhadap deflasi sebesar 0,20 persen. Disusul oleh bawang merah yang turun sekitar 16 persen, serta sejumlah komoditas lain seperti pepaya, ikan nila, wortel, ayam ras, dan beras.

Kelompok transportasi juga mencatat deflasi sebesar 0,37 persen atau menyumbang andil 0,05 persen terhadap total deflasi. Hal ini terjadi karena tarif angkutan kembali normal setelah sebelumnya ada diskon selama momentum Idulfitri di bulan April.

“Pada April ada penurunan tarif transportasi karena libur hari raya. Mei kembali ke tarif normal, sehingga mendorong deflasi,” tutur Aziz.

Meski demikian, ada pula beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya tomat yang naik sekitar 30 persen, tarif pulsa ponsel naik 1,39 persen, serta kenaikan harga pada emas perhiasan, upah asisten rumah tangga, dan layanan kesehatan.

“Dari total 339 komoditas yang kami pantau di Kota Madiun, mayoritas mengalami penurunan harga sepanjang bulan Mei,” pungkasnya.
(Dspp/kus/madiuntoday)