Pelatihan Resik Sepatu, Perpustakaan Jadi Tempat Belajar yang Asyik



MADIUN - Belajar di perpustakaan kini tak hanya soal membaca buku. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun menghadirkan inovasi melalui pelatihan keterampilan bertema Resik Sepatu. 


Kegiatan ini menjadi bagian dari program literasi berbasis inklusi sosial dan digelar selama dua hari, 17-18 Juni 2025, dengan melibatkan sekitar 30 peserta dari berbagai kalangan.


Menghadirkan narasumber praktisi perawatan sepatu, Sapta Rahita dan Bagus Dwi, pelatihan ini mengajak peserta mengenal cara membuat bahan pembersih sepatu berbahan kanvas dan kulit. 


Tak hanya itu, peserta juga diajak praktik langsung mencuci dan merawat sepatu menggunakan teknik yang tepat.


“Kegiatan ini menggandeng pihak praktisi sebagai narasumber yang telah berkecimpung di dunia perawatan Sepatu, harapannya peserta bisa menyerap ilmu yang telah diberikan oleh narasumber kemudian bisa dipraktekan di lingkungan masyarakat dan memberikan nilai tambah untuk menghasilkan suatu produk yang berguna bagi lingkunanya dan bisa menambah penghasilan,” ujar Pundjung Wahono, Kepala Bidang Perpustakaan.


Selain menambah keterampilan baru, peserta juga memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus mengembangkan diri.


Sapta Rahita, salah satu narasumber, turut memberikan semangat kepada peserta agar tak berhenti belajar. “Untuk teman teman yang mengikuti pelatihan ini saya harap mempunyai dampak dan mempunyai inisiatif buat mengembangkan ilmu yang sudah didapat disini diimplementasikan kepada masyarakat luas,” pesannya.


Yusuf, salah satu peserta, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Kita jadi tau bagaimana perawatan Sepatu yang pertaama Sepatu kanvas dan hari kedua ini Sepatu kulit disertai cara pembuatan sabun dan oil, harpanya kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” ungkapnya.


Melalui pelatihan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun menunjukkan bahwa literasi tak hanya soal membaca. 


Keterampilan praktis seperti perawatan sepatu pun bisa menjadi jembatan untuk membangun kreativitas, kemandirian, dan peluang usaha bagi masyarakat.


(wshendro/nael/madiuntoday)