Reklamasi TPA Bukan Lagi Wacana, Langkah Wali Kota Madiun Selaras Kajian ITS dan Standar Internasional Terapkan Kawasan Hijau



MADIUN – Pemerintah Kota Madiun semakin serius dalam pengolahan dan pengembangan TPA Winongo. Ini dibuktikan dengan kerjasama bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.


Perwakilan ITS, Prof. IDAA Warmadewanthi, S.T., M.T, Ph.D., selaku Kepala Pusat Studi Infrastuktur dan Lingkungan Berkelanjutan di Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) dan Dosen Teknik Lingkungan ITS mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sampah yang telah digali dari TPA Winongo, melalui pendekatan teknologi dan perencanaan berbasis lingkungan.


“Kami melihat proses biotensi di TPA sudah berjalan. Ini menjadi awal yang baik untuk memperluas fungsinya ke arah yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya dalam wawancara.


Lebih lanjut, Prof. Warma menekankan, bahwa program pendampingan ini tidak hanya terbatas pada pengelolaan sampah semata, namun juga mencakup isu-isu lain seperti pengelolaan air lindi, relokasi residu, serta sistem kebersihan kota secara terpadu. Kerja sama ini bahkan dirancang untuk menjangkau aspek lingkungan yang lebih luas melalui pendekatan tata kota berkelanjutan.


Sebagai bagian dari transformasi TPA, ITS memberikan sejumlah rekomendasi penanaman vegetasi yang aman dan fungsional di atas lahan bekas pembuangan sampah.


“Tanaman bambu dan bunga kana sangat cocok. Selain estetis, mereka juga efektif menyerap zat pencemar tanpa menembus lapisan bawah. Bahkan Pak Wali sendiri sudah berkomitmen akan menanamnya,” tambahnya.


ITS juga membuka opsi penanaman tanaman buah, dengan catatan media tanam harus memiliki ketebalan minimal 60 hingga 80 cm agar aman dari interaksi langsung dengan sampah di bawahnya. Jenis tanaman buah yang dianjurkan adalah yang berakar dangkal.


Menariknya, ITS juga melihat potensi pengembangan TPA Winongo sebagai ruang terbuka hijau dan kawasan wisata edukatif, Seperti di Denmark dan Jerman serta TPA Keputih di Indonesia.


Pendampingan dari ITS ini diharapkan mampu mendorong Kota Madiun menuju pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berdaya guna tinggi bagi masyarakat, sekaligus menjadi percontohan nasional dalam transformasi kawasan TPA menjadi ruang hidup yang produktif.

(Rams/rat/Madiuntoday)