Makan Sehat dari Kantin Sekolah, DKPP dan PERSAGI Latih Usaha Pangan Padat Gizi



MADIUN - Menu sederhana seperti wingko dan cireng bisa jadi sumber gizi lengkap jika diolah dengan tepat. Inilah yang menjadi fokus dalam Pelatihan Kreasi Pangan Olahan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) berbasis sumber daya lokal yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) DPD Jawa Timur.

Pelatihan yang menyasar pelaku usaha kantin sekolah dasar hingga SMP negeri ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pelatihan pelaku usaha katering. Total peserta kegiatan ini terdiri dari 66 pelaku usaha kantin dan 27 katering.

Selama dua hari, peserta tidak hanya dilatih memasak, tapi juga dibekali pengetahuan penting tentang pola makan sehat B2SA dan cara mencegah pemborosan pangan.

Subkoordinator Penganekaragaman Konsumsi Pangan DKPP, Atik Sukmaningrum, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan agar kantin sekolah bisa menyediakan jajanan yang sehat dan mendukung pertumbuhan anak. “Cireng dan wingko kami pilih karena mudah dibuat, bahan lokal, dan bisa dipadukan jadi pangan padat gizi,” jelasnya.

Ahli gizi dari PERSAGI, Yuni Prabawani, menambahkan bahwa menu yang dilatihkan mengandung zat tenaga, pembangun, dan pengatur. “Wingko dari singkong dan sawi kami tambah kacang hijau, telur, keju, dan susu. Satu camilan tapi sudah lengkap gizinya. Cireng juga diisi ayam dan sayur, ditambah buah sebagai pelengkap,” ungkapnya.

Selain itu, peserta diajarkan membuat jus buah dengan rasa manis alami dari buah itu sendiri, sehingga tidak perlu menambahkan gula berlebih. Ada pula kudapan lain seperti bitterballen mie sayur dan sajian katering yang porsinya disesuaikan agar tidak menumpuk nasi dan minim sayur.

Dengan pelatihan rutin ini, DKPP berharap kantin sekolah dan usaha katering bisa berperan aktif membentuk kebiasaan makan sehat bagi anak sekolah. “Kami ingin anak-anak terbiasa makan makanan bergizi dari jajanan di sekolah, sekaligus belajar tidak membuang makanan. Jika porsinya pas, tidak ada yang mubazir,” tutupnya.
(rams/kus/madiuntoday)