Spa Ala Burung Perkutut, Tradisi Suroan Makin Seru
MADIUN – Setiap Bulan Suro, para pecinta burung rutin menggelar tradisi unik yang sangat bermakna spiritual, meski kini jarang terlihat tapi punya makna yang dalam.
Para pecinta burung perkutut berkumpul bareng dalam acara Pameran dan Jamasan Perkutut, dilaksanakan di jl. Makam Tentara, pada Jumat (27/6).
Kegiatan dimulai jam 9 pagi sampai selesai, banyak perkutut katurangan terpajang. Mulai dari yang bersuara merdu, postur yang unik, sampai yang katanya bisa bawa hoki.
Tapi yang paling ditunggu-tunggu, tentu saja prosesi jamasan perkutut yang dimulai bersamaan dengan setelah penyambutan Wali Kota Dr. Maidi. Jamasan ini berarti "memandikan" burung perkutut, tapi bukan sembarang mandi.
Ada cara khusus, untuk memandikannya dengan air yang sudah dibacakan doa, ini bukan cuma soal itu, tapi juga bentuk rasa sayang dan penghormatan dari pecinta burung perkutut.
Oleh karena itu, Wali Kota Madiun Dr. Maidi, mendukung penuh kegiatan ini. Dalam menjaga pelestarian dan kebersamaan dalam menjaga budaya lokal yang jarang disentuh.
“Tampilkan budaya yang sudah mulai hilang, Kita perbesar acara seperti ini. Gunakan fasilitas yang ada seperti bantaran dan PDAM agar tradisi bisa di nikmati masyarakat,” ungkapnya.
Acara ini sekaligus jadi ajang ngumpul, dan ngobrol budaya. Dari yang datang sendirian sampai yang bawa satu kampung, semuanya senang bisa ikut bagian dalam kegiatan sederhana tapi bermakna ini.
(Bip/im/madiuntoday)