Aksi Nyata di Perkemahan Wirakarya, Pramuka Madiun Bedah Empat Rumah Warga
MADIUN – Perkemahan Wirakarya 2025 resmi dimulai, dalam program yang dibarengi dengan program mendukung Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan digelar langsung oleh Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Madiun dilaksanakan di halaman kediaman Bapak Katijo, yang berlokasi di Jl. Niti Kusumo, pada Senin (30/6).
Kota Madiun termasuk dalam kategori Tahap 2 Zona 3 program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) se-Jawa Timur. Khusus di Kota Madiun, terdapat empat rumah yang menjadi sasaran renovasi, yang tersebar di tiga kecamatan berbeda.
Rumah pertama milik Bapak Katijo yang beralamat di Jl. Niti Kusumo, RT 16 RW 6. Selanjutnya, rumah kedua adalah milik Ibu Indah Yani yang juga berada di Jl. Niti Kusumo No. 20, RT 16 RW 6. Rumah ketiga merupakan milik Dian Dwi Martiningsih yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo No. 5, Kelurahan Mangunharjo. Terakhir, rumah keempat milik Ibu Satiyem terletak di Jl. Pawang Sakti, RT 7 RW 3, Kelurahan Tawangrejo.
Proses renovasi dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli, dengan total waktu pelaksanaan selama 12 hari kerja. Rinciannya, dua hari pertama digunakan untuk pembongkaran, sedangkan sepuluh hari sisanya digunakan untuk proses renovasi, finishing, dan pengecatan.
Kegiatan ini melibatkan 40 anggota sangga dan 30 pekerja, yang bersama-sama bergotong royong sebagai wujud nyata pengabdian Pramuka untuk masyarakat.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Madiun, Suyoto Harjo Wiyono, menegaskan bahwa Perkemahan Wirakarya bukan hanya tentang kegiatan fisik semata, tetapi juga membawa nilai-nilai pendidikan karakter bagi para peserta.
"Kegiatan ini nggak cuma soal bangun rumah, tapi juga jadi tempat buat membentuk karakter dan rasa peduli peserta. Lewat Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2025, Pramuka diajak turun langsung bantu warga, salah satunya lewat renovasi rumah yang nggak layak huni. Ini sejalan sama nilai-nilai Dasa Darma dan Trisatya yang ngajarin kita buat peka dan ikut bangun masyarakat," ujarnya.
Program ini jadi salah satu upaya Pemprov Jawa Timur buat ngebantu ngatasi rumah yang nggak layak huni. Sampai sekarang, udah ada 146 rumah yang berhasil dibangun di berbagai daerah.
Lewat kerja bareng antara Pramuka, pemerintah, dan warga, harapannya pembangunan ini bisa bener-bener bermanfaat dan bikin semangat gotong royong makin kuat di tengah masyarakat.
(Rams/im/madiuntoday)