Kota Madiun Makin Mendunia, Delegasi Uni Eropa Beri Apresiasi Program Ketahanan Pangan dan Pengolahan Sampah Kota Pendekar
MADIUN - Program ketahanan pangan dan pengolahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Madiun menarik perhatian delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam.
Dalam kunjungan mereka ke Kota Madiun, Senin (30/6), para perwakilan kedutaan besar negara-negara Uni Eropa menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dinilai relevan dengan tantangan lingkungan dan urbanisasi di Pulau Jawa.
Salah satu apresiasi disampaikan langsung oleh H.E. Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Dirinya menyebut bahwa seluruh duta besar sangat terkesan dengan pemaparan Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, terutama mengingat padatnya populasi Pulau Jawa yang turut berpengaruh terhadap persoalan sampah dan keterbatasan lahan.
“Semua dubes sangat terkesan dengan paparan wali kota. Kepadatan di Pulau Jawa tinggi, sampah banyak, dan wilayahnya terbatas untuk menampung sampah. Langkah-langkah yang dilakukan Kota Madiun sangat baik dan mengesankan untuk memastikan ketahanan pangan tetap berlanjut dengan baik,” ujar Denis Chaibi.
Senada dengan itu, Peter Feilberg, Executive Director Preferred by Nature, juga mengungkapkan kesannya terhadap Kota Madiun sejak pertama kali tiba.
“Saat saya masuk ke Kota Madiun, saya merasakan ada sesuatu yang berbeda. Saya sempat menyampaikan bahwa kotanya terasa lain. Setelah saya berbincang dengan Wali Kota, saya paham mengapa Kota Madiun bisa seperti ini apalagi beliau bisa mengubah kota dalam waktu singkat menjadi lebih bagus dan indah,” ungkapnya.
Feilberg menambahkan bahwa Kota Madiun memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi daerah yang maju dan bahkan bisa menjadi pusat bagi pengembangan program-program berbasis lingkungan dan ketahanan pangan.
(ws hendro/kus/madiuntoday)