Inflasi Kota Madiun Juni 2025 Terkerek, Cabai Jadi Penyumbang Utama
MADIUN - Inflasi bulanan (month to month) di Kota Madiun pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,33 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pada Juni 2023 inflasi hanya sebesar 0,08 persen, sedangkan pada Juni 2022 justru mengalami deflasi sebesar 0,48 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Abdul Aziz, menyampaikan bahwa inflasi kumulatif sejak awal tahun (year to date) mencapai 1,21 persen. Sementara inflasi tahunan (year on year) berada di angka 1,90 persen.
“Angka ini masih tergolong aman karena masih dalam kisaran target pemerintah, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen,” ujar Aziz, Rabu (2/7).
Kenaikan inflasi bulan lalu dipicu oleh naiknya harga sejumlah bahan pangan. Cabai rawit menjadi penyumbang utama dengan kenaikan harga hingga 42,20 persen dan andil inflasi sebesar 0,11 persen. Selain itu, harga beras juga meningkat 1,47 persen dan memberi sumbangan 0,06 persen terhadap inflasi.
Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain bawang merah, tomat, pepaya, telur ayam ras, dan daun bawang. Aziz menyebut, momen Idul Adha serta terganggunya distribusi akibat aksi protes sopir truk overdimension overloading (ODOL) turut memengaruhi pasokan barang.
Selain itu, belum dimulainya panen raya dan lambatnya distribusi cadangan beras pemerintah juga ikut berperan. “Stok beras sebenarnya aman. Tantangannya tinggal bagaimana mempercepat penyalurannya ke pasar,” jelas Aziz.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah daerah menggencarkan program tanam cabai serempak, termasuk melalui gerakan sekolah peduli inflasi yang bertujuan menambah pasokan cabai di pasar dan menstabilkan harga.
(rams/kus/madiuntoday)