Cegah Penyebaran Avian Influenza, DKPP Kota Madiun Gelar Vaksinasi Usai Temuan Kasus Positif
MADIUN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun langsung melakukan tindakan cepat usai ditemukannya kasus kematian mendadak unggas milik warga di wilayah Kayen, Kelurahan Kelun. Hasil uji laboratorium terhadap sampel unggas tersebut mengarah pada penyakit Avian Influenza (AI).
Drh. Lailatun Nafisah, Medik Veteriner Ahli Pertama DKPP Kota Madiun, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan ring vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyebaran virus AI. “Hari ini sekitar 200 ekor unggas sudah kami vaksin. Besok vaksinasi akan dilanjutkan di lokasi sekitar temuan kasus,” ujarnya, Kamis (3/7).
Kasus ini merupakan temuan baru dan pertama dalam periode ini, dengan jumlah unggas mati mendadak mencapai sekitar 80 ekor, terdiri dari jenis ayam kampung unggul Balitbangtan dan ayam Mardi.
“Gejalanya muncul tiba-tiba, unggas mati dalam jumlah banyak dan mendadak, sehingga kami lakukan pengujian lanjutan. Hasil awal dari laboratorium menunjukkan indikasi kuat ke arah Avian Influenza,” tambah Lailatun.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun kasus AI jarang terjadi di Kota Madiun, biasanya penyakit ini muncul saat musim lembab dan curah hujan tinggi, ditambah minimnya paparan sinar matahari.
Untuk memutus rantai penularan, DKPP memprioritaskan vaksinasi pada ayam, sebagai unggas yang paling rentan terhadap AI. Selain vaksin, peternak juga dianjurkan memberikan vitamin dan desinfektan guna meningkatkan daya tahan tubuh unggas serta menjaga kebersihan lingkungan kandang.
“Selain vaksin, kami juga membagikan vitamin dan cairan desinfektan hari ini. Setelah vaksinasi, peternak kami minta tetap menjaga biosekuriti dan rutin memberi asupan tambahan,” jelasnya.
DKPP mengimbau masyarakat, khususnya peternak unggas, agar segera melapor jika menemukan kasus kematian mendadak pada unggas peliharaannya. Tindakan cepat dan pelaporan dini akan sangat membantu dalam mencegah penyebaran penyakit lebih luas.
(rams/kus/madiuntoday)