Es Krim Jadul Blepotan, Cara Unik Kenalkan Sayur dan Buah ke Anak Lewat Cita Rasa yang Menggoyang Lidah
MADIUN - Siapa bilang es krim hanya bisa dibuat dari bahan kimia dan pewarna buatan? Seorang warga Kelurahan Manisrejo, Jalan Pacarmanis Gang I, membuktikan sebaliknya.
Susilowati, dengan kreatifitasnya menciptakan inovasi es krim sehat berbahan dasar sayur dan buah lokal, yang diberi nama Es Krim Jadul Blepotan.
Inovasi ini bermula saat perempuan berusia 45 itu bergabung dengan Kawasan Pertanian dan Perikanan Lestari (KP2L) Pari Mandiri sekitar tiga tahun lalu. Awalnya, Susilowati hanya membuat minuman tradisional seperti sinom, bunga telang, hingga ginger latte dari tanaman yang tumbuh di sekitar rumah dan lingkungan kelompok.
Namun, saat ada mahasiswa KKN yang memperkenalkan es krim berbahan alami, dirinya mulai tertarik untuk berkreasi lebih jauh.
“Saya kepikiran bikin es puter dari sayur dan buah, supaya menghindari bahan kimia. Saya coba pakai bayam, buah naga, dan wortel,” ungkapnya.
Warna alami dari bahan-bahan tersebut membuat tampilan es krim semakin menarik. Hijau berasal dari bayam, merah muda dari buah naga, dan oranye dari wortel. Dengan bahan utama santan dan susu, es puter ini punya cita rasa klasik seperti es krim jadul, tetapi dengan sentuhan sehat.
“Saya namakan Es Krim Jadul Blepotan karena tampilannya agak cemong, seperti es puter zaman dulu,” tuturnya sambil tertawa.
Es krim ini mulai diproduksi tahun ini dan dijual di kantin tempatnya bekerja untuk menyiasati anak-anak yang tidak suka makan sayur. “Kalau dikasih sayur langsung, mereka nolak. Tapi kalau jadi es krim, malah senang,” jelasnya.
Harga es krimnya pun terjangkau. Satu cup lengkap dengan topping seperti coco crunch dan susu dijual Rp5.000. Versi cone kecil dibanderol Rp2.000, sedangkan es krim dengan roti tawar dijual Rp3.000.
Susilo memproduksi es krim ini setiap hari saat kantin buka, dan menerima pesanan untuk acara atau saat libur sekolah. Bahkan, es krim buatannya pernah dipesan Ibu Wali Kota Madiun, Yuni Setyawati Maidi pernah memesan satu tabung besar berisi lebih dari 100 cup untuk sebuah kegiatan.
Semua bahan es krim diolah menggunakan chopper agar tetap memiliki tekstur khas. Harapannya sederhana namun mulia: menambah penghasilan keluarga dari usaha sendiri dan membantu anak-anak mengurangi konsumsi gula serta bahan kimia.
“Kalau ada yang mau pesan bisa langsung ke KP2L Pari Mandiri,” tutupnya.
(dspp/kus/madiuntoday)