Empat Batik Khas Madiun Unjuk Gigi di Kriya Wastra 2025, Bawa Cerita Kota ke Panggung Seni
MADIUN - Kota Madiun kembali tampil percaya diri lewat karya seni yang kaya makna. Dalam ajang Kriya Wastra Madiun Raya dan Halal Food Expo 2025 yang digelar di Sun City, Jumat (4/7), Pemkot Madiun memperkenalkan empat desain batik khas Kota Madiun hasil kolaborasi bareng Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta).
Empat desain batik yang diperkenalkan adalah adalah Pincuk Hanguwati, Sepur Jentrek, Punjering Bawono, dan Mustikaning Kutho masing-masing sarat filosofi dan makna yang mencerminkan identitas serta karakter khas Kota Madiun.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Harum Kusumawati, menyampaikan bahwa hadirnya batik khas ini merupakan langkah konkret untuk membawa nama Kota Madiun ke level yang lebih tinggi.
“Kita harus menggali desain batik yang mencerminkan ciri khas Kota Madiun. Atas arahan Bapak Wali Kota, kami bekerja sama dengan ISI Surakarta untuk menuangkan desain-desain lokal ke dalam batik,” ujarnya.
Ia berharap batik khas ini dapat membuka jalan Kota Madiun dikenal lebih luas hingga ke panggung internasional.
“Harapannya, melalui batik ini Kota Madiun dapat dikenal sampai ke internasional sesuai visi misi Kota Madiun Maju Mendunia,” ungkapnya .
Empat desain ini menjadi bukti bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi juga medium untuk menyampaikan identitas dan kebanggaan Kota Madiun.
(ws hendro/nael/madiuntoday)