Kawasan TPA Winongo Disurvei, Paralayang dan Paramotor Masuk Rencana Wisata Udara Baru



Pemkot Madiun terus mengembangkan potensi TPA Winongo, tak hanya sebagai kawasan edukasi dan lingkungan, tapi juga sebagai destinasi wisata alternatif. Terbaru, tim ahli olahraga udara melakukan survei lokasi di kawasan TPA Winongo untuk menilai kelayakan pembangunan wahana paralayang dan paramotor.


Salah satu pelaku olahraga paralayang, Daniel Dwianto, menyebut TPA Winongo memiliki potensi awal yang cukup menjanjikan untuk aktivitas udara. Dari hasil pengamatan awal, kondisi angin di kawasan ini mencapai kecepatan sekitar 15 km/jam sudah masuk kategori cukup untuk aktivitas paramotor.


“Ketinggian sudah lumayan, kecepatan angin juga mendukung. Tapi untuk paralayang masih perlu dikaji lebih lanjut, karena arah angin dari selatan terhalang bangunan. Kita perlu cari alternatif lokasi lepas landasnya,” jelas Daniel saat meninjau lokasi.


Namun, Daniel menilai paramotor sangat mungkin dilakukan lebih dahulu di kawasan ini. Dengan medan yang cukup terbuka dan arah angin yang stabil, uji coba bisa segera dilakukan dalam waktu dekat.


“Kalau paramotor bisa dicoba di sini. Kalau paralayang, masih perlu banyak pertimbangan. Kita akan lihat lagi setelah uji coba,” tambahnya.


Pemkot Madiun berharap penambahan wisata udara ini bisa menjadi daya tarik baru kawasan TPA Winongo, yang sebelumnya sudah dirancang sebagai zona hijau edukatif. Jika berhasil, TPA Winongo tak hanya jadi contoh pengelolaan sampah modern, tapi juga ikon wisata unik berbasis lingkungan di Kota Madiun.

(Rams/kus/madiuntoday)