Pemkot Madiun Rampungkan Penyiapan Lahan Rusun IV, Tunggu Lampu Hijau dari Kementerian PKP
MADIUN - Pemerintah Kota Madiun terus mematangkan rencana pembangunan rumah susun (rusun) keempat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Progres terbaru menunjukkan bahwa penyiapan lahan di kawasan eks makam Tionghoa, Bongpay, Jalan Hayam Wuruk, telah tuntas dilakukan.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah menerjunkan alat berat untuk memadatkan tanah sebagai langkah awal pembangunan. Ini menjadi bukti keseriusan Pemkot dalam menghadirkan hunian layak bagi warga MBR, khususnya mereka yang sebelumnya tinggal di kawasan tersebut.
Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Disperkim, Hendro Pradono, menyatakan bahwa seluruh dokumen readiness criteria yang menjadi syarat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dipenuhi. Namun, proses pembangunan masih harus menunggu persetujuan karena adanya peralihan kewenangan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Saat ini, usulan masih dalam masa transisi ke Kementerian PKP,” ujarnya, Kamis (10/7). Meski begitu, penataan lahan tetap berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, seluas 4.497,65 meter persegi telah dikerjakan tahun ini.
Hendro menambahkan, penyiapan lahan sejak awal menjadi strategi penting agar saat dilakukan peninjauan oleh kementerian, semuanya sudah siap. “Kami ingin memastikan semuanya siap tanpa perlu menunggu lama,” tegasnya.
Seperti tiga proyek rusun sebelumnya, Rusun MBR IV difokuskan bagi warga Kota Madiun, khususnya yang tinggal di kawasan eks Bongpay. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, pembangunan ini juga mendukung program penataan kawasan kumuh dan pemanfaatan lahan secara optimal.
“Pembangunan rusun ini adalah langkah strategis untuk menyediakan hunian layak sekaligus memperbaiki tata ruang kota,” pungkas Hendro.
(Rams/kus/madiuntoday)