Dua Kawasan Kumuh di Kota Madiun Bakal Disulap Jadi Kampung Tematik, Ini Lokasi dan Desainnya



MADIUN - Dua kawasan kumuh di Kota Madiun bakal ditata ulang menjadi kampung tematik. Lokasinya berada di kawasan Proliman seberang Bosbow, termasuk tiga RT di Kelurahan Sukosari, dan di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Manguharjo. 


Usulan pengembangan dua kawasan tersebut telah diajukan untuk mendapatkan pendanaan dari APBD Provinsi Jawa Timur. Jika disetujui, pembangunan dijadwalkan dimulai pada tahun 2026.


Menurut Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian, dan Sumber Daya Alam Bapelitbangda Kota Madiun, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, pembangunan kampung tematik ini merupakan kelanjutan dari penanganan kawasan kumuh secara menyeluruh.


“Pasca intervensi infrastruktur, kawasan-kawasan ini perlu diberi identitas tematik yang sesuai karakter dan potensinya. Ini bukan hanya soal penataan fisik, tapi juga penguatan ekonomi dan sosial masyarakat. Harapannya, kawasan yang dulu kumuh bisa berubah menjadi ruang publik yang hidup dan produktif,” jelasnya. 


Adapun dua tema yang diusulkan adalah, Kampung Kuliner Mie dan Nasi Goreng (Kelurahan Manguharjo). Kawasan ini akan menonjolkan kekayaan kuliner lokal dengan ikon nasional mie dan nasi goreng sebagai daya tarik.


Kampung Jengki (Proliman – Kelurahan Sukosari). Mengangkat potensi arsitektur unik bergaya Jengki yang masih banyak dijumpai di kawasan ini. Dengan penguatan narasi visual, sejarah, dan estetika khas, kawasan ini ditargetkan menjadi destinasi wisata arsitektur dan ruang ekspresi budaya masyarakat.


Total anggaran yang diusulkan mencapai Rp 18,3 miliar. Terininci untuk Proliman sebesar Rp 10,4 miliar. Sementara untuk Manguharjo sebesar Rp 7,9 miliar. 


“Tanggal 30–31 Juli nanti dijadwalkan ada desk dan kunjungan lapangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Insyaallah akan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perkim Provinsi, Bapak Nyoman. Ini menjadi momen penting untuk menguatkan komitmen bersama,” tambahnya. 


Melalui pengembangan kampung tematik ini, Pemerintah Kota Madiun berharap dapat menciptakan kawasan yang tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat identitas Kota Madiun sebagai kota yang adaptif dan berwawasan pembangunan berkelanjutan.

(kus/madiuntoday)