Tarik Napas Lebih Lega, Kota Madiun Ranking 2 Udara Terbersih di Jawa Tahun 2024



MADIUN – Kota Madiun berhasil menempati posisi kedua dalam daftar kota dengan kualitas udara terbaik di Pulau Jawa tahun 2024. Hal tersebut diketahui berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (IKU) yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 


Capaian ini menegaskan komitmen Kota Madiun dalam menjaga kebersihan udara dan lingkungan hidup secara berkelanjutan di tengah geliat urbanisasi. Dalam laporan yang dirilis platform GoodStats, Surakarta menempati peringkat pertama dengan skor 93,04, disusul Kota Madiun dengan skor 92,12, dan Tegal di posisi ketiga dengan skor 90,75. 

Ketiga kota ini dinilai berhasil menjaga kadar polutan udara seperti SO₂ dan NO₂ tetap rendah melalui berbagai kebijakan dan pengawasan yang konsisten.


Capaian ini tak lepas dari peran pemerintah setempat yang menyebutkan bahwa indeks kualitas lingkungan di kota ini mencapai 84,17 persen pada 2024, naik dari tahun sebelumnya. Capaian ini tak lepas dari upaya berkelanjutan dalam memperluas ruang terbuka hijau (RTH), menambah kawasan penghijauan, serta melakukan uji kualitas udara dua kali setahun di empat titik strategis: kawasan industri, perkantoran, pemukiman, dan transportasi.


Metode passive sampler digunakan dalam pengukuran untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar utama udara, khususnya sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂). Hasilnya menunjukkan kadar polutan di Kota Madiun berada di bawah ambang batas aman.


Pemkot Madiun juga gencar melakukan pengendalian emisi kendaraan dan pelarangan pembakaran sampah terbuka. Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga emisi kendaraan dan beralih ke pola hidup ramah lingkungan terus digencarkan.


Tak hanya fokus pada kualitas udara, Kota Madiun juga menargetkan diri sebagai kota bebas sampah (zero waste) pada tahun 2027. Untuk mendukung target tersebut, Pemkot sedang berupaya menyulap TPA Winongo menjadi kawasan edukatif dan wisata lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkenalkan konsep pengelolaan sampah modern kepada masyarakat.


Kesuksesan Kota Madiun dalam menjaga kualitas udara juga ditopang oleh partisipasi aktif masyarakat melalui Program Kampung Iklim (Proklim). Hingga 2024, total ada 60 RW di Kota Madiun yang menerima penghargaan Proklim dari KLHK, dengan 23 di antaranya baru bergabung tahun ini.


Program ini mendorong warga untuk ikut dalam aksi nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, penggunaan energi terbarukan, dan pelestarian tanaman lokal. Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, secara konsisten mengajak masyarakat menjaga lingkungan mulai dari lingkup terkecil: rumah dan lingkungan sekitar.


Capaian sebagai kota dengan kualitas udara terbaik kedua di Pulau Jawa bukan sekadar angka. Hal ini adalah hasil dari sinergi berbagai elemen pemerintah, masyarakat, dan kebijakan yang berpihak pada lingkungan. Di tengah tantangan urbanisasi dan polusi, Madiun menunjukkan bahwa pembangunan bisa berjalan selaras dengan pelestarian alam.

Dengan strategi yang terintegrasi dan partisipasi warga yang aktif, Madiun semakin mantap melangkah sebagai kota sehat, bersih, dan berkelanjutan.

(kus/diskominfo)