Plt Wali Kota Evaluasi Ketat Kinerja OPD, Rapat Digelar Estafet Hingga Dini Hari
MADIUN – Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kudu optimal. Karenanya, evaluasi kinerja pun dilakukan mesti baru melewati triwulan pertama untuk tahun anggaran 2026 ini. Evaluasi pun berlangsung estafet bergantian tiap-tiap OPD. Tak ayal, kegiatan selalu berakhir hingga malam.
Setidaknya sudah 20 OPD yang memaparkan kinerja realisasi tahun anggaran 2026. Evaluasi sudah berlangsung tiga hari. Yakni, Selasa hingga Kamis kemarin. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun memang tak ingin evaluasi hanya seremonial belaka. Namun, benar-benar serius. Tak heran jika evaluasi satu OPD bisa berjalan hingga berjam-jam.
‘’Agenda kegiatan yang sudah direncanakan wajib berjalan maksimal. Mumpung ini masih di triwulan pertama. Saya tidak ingin setengah-setengah,’’ tegas Plt wali kota.
Diskusi dua arah dengan OPD sebagai pelaksana teknis di lapangan tentu sangat krusial. Pasalnya, tak menutup kemungkinan ada kendala yang mengemuka. Setiap kendala tersebut bisa dibedah untuk dicarikan solusinya. Tujuannya jelas, agar program berjalan cepat, tepat, dan terukur.
‘’Justru di triwulan pertama ini merupakan fondasi penting. Saya tidak ingin ada program yang mandek hanya karena persoalan administratif atau teknis yang sebenarnya bisa diselesaikan secara lintas sektor,’’ jelasnya.
Tak hanya evaluasi kinerja tahun anggaran berjalan, Plt wali kota juga membahas soal rencana kerja untuk tahun anggaran 2027 mendatang. Hal itu juga penting mengingat baru saja dilaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk realisasi tahun depan tersebut. Plt wali kota berharap jalannya pembangunan baik fisik maupun nonfisik di Kota Madiun bisa cepat dan sesuai dengan target yang diharapkan.
‘’Pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimal. Pembangunan fisik baik, pelayanan juga harus terus meningkat. Artinya apa, kehadiran pemerintah bisa benar-benar dirasakan masyarakat,’’ terangnya.
Evaluasi kinerja melalui rapat internal tersebut masih akan berlanjut. Sejumlah OPD masih belum memaparkan kinerjanya ke hadapan Plt wali kota. Tak hanya diskusi melalui rapat, Plt wali kota juga rajin turun untuk melihat kondisi di lapangan. Kegiatan peninjauan biasanya dilakukan sembari gowes. Pun, hanya ditemani Sekda Kota Madiun dan Asisten Wali Kota. Plt wali kota sengaja tidak mengikutsertakan banyak orang agar tidak menganggu arus lalu lintas. (rams/dspp/agi/madiuntoday)