Pastikan Arahan Berjalan Maksimal, Plt Wali Kota Gowes Lagi Cek Kondisi Lapangan



MADIUN – Arahan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun terkait kebersihan Taman Hijau Demangan (THD) tampaknya bukan isapan jempol belaka. Plt wali kota kembali meninjau lokasi tersebut untuk memastikan kerja bakti benar-benar dilaksanakan. Plt wali kota meninjau lokasi juga dengan gowes bersama sejumlah pejabat, Jumat (10/4).

Sebelumnya, Plt wali kota memang mengunjungi lokasi dan melihat keberadaan kurang bersih. Nah, arahan untuk kerja bakti pun mengemuka. Plt wali kota menyampaikan apresiasinya kepada pelaku UMKM di sana yang sudah turut peduli akan kebersihan THD. 

‘’Kemarin kan kita sepakati untuk kerja bakti, hari ini saya cek lagi dan ternyata memang dilaksanakan. Terima kasih kepada pedagang yang sudah turut peduli,’’ kata Plt wali kota. 

Pedagang juga mulai melakukan perpindahan lokasi berjualan ke tempat yang sudah dibangunkan Pemerintah Kota Madiun. Hal itu penting agar lokasi makin rapi dan jauh dari kata kumuh. Plt wali kota berharap tempat yang baru juga senantiasa dijaga kebersihannya. Hal itu penting mengingat THD merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) andalan Kota Madiun. Bahkan, masuk penilaian Kota Layak Anak (KLA).

‘’Tadi juga sudah mulai pergeseran ke lokasi berjualan baru yang dibangunkan Pemerintah Kota Madiun. Prinsipnya di sana akan semakin rapi, bersih, dan menarik,’’ ungkapnya. 

Tak hanya meninjau THD, Plt wali kota juga meninjau SDN Klegen 1. Di sekolah tersebut memang baru saja dilakukan rehab sejumlah ruang kelas. Plt wali kota mengakui pembangunan fisik di sekolah tersebut cukup bagus. Plt berharap hadirnya rehab ruang kelas tersebut menambah nyaman dan semangat belajar para peserta didik.

‘’Kita juga cek rehab atap SDN Klegen 1 yang sempat memprihatinkan, (rehab) sudah terlaksana dengan baik,’’ ujarnya. 

Setelahnya, Plt wali kota juga meninjau gedung PMI yang baru dan meninjau sejumlah kelurahan. Seperti Kelurahan Sukosari dan Oro-Oro Ombo. Di kelurahan, Plt wali kota menekankan pentingnya pendataan masyarakat kategori kurang mampu. Pasalnya, masih ada beberapa warga kurang mampu yang belum masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Alhasil, belum bisa mendapatkan bantuan. 

‘’Saya minta teman-teman di kelurahan untuk memotret langsung kondisi warga di lapangan. Ini penting untuk kita usulkan ke pusat agar masuk DTSEN,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)