Tiru Pengaturan Jamaah di Raudhah, Wisatawan PRC Juga Bakal Gunakan Aplikasi ke Depan
MADINAH – Ide yang digali Wali Kota Madiun, Maidi bersamaan dengan pelaksanaan ibadah umrah di tanah suci bukan hanya soal pembangunan fisik. Namun, juga penerapan teknologi. Seperti yang dirasakan wali kota saat melaksanakan ibadah di kawasan Masjid Nabawi khususnya di area Raudhah. Tempat mustajab itu memang digemari jamaah untuk berdoa.
‘’Alhamdulillah pagi tadi bisa beribadah dan berdoa di Raudhah. Terima kasih saya bisa mendapatkan waktu agak lama (di Raudhah), biarpun antri dulu. Untuk antriannya sudah pakai aplikasi,’’ kata wali kota, Selasa (7/2).
Wali kota menyebut dengan penerapan aplikasi itu jamaah bisa lebih tertib dan tidak perlu berdesak-desakan. Sebab, jamaah sudah harus lebih dulu mendaftaran menggunakan aplikasi sebelum masuk ke Raudhah. Yakni, aplikasi eatmarna yang dapat diunduh secara mandiri. Di dalam aplikasi tersebut tertera waktu kunjungan serta pintu masuk mana yang harus digunakan jamaah ke Raudhah.
‘’Jadi tidak perlu lagi berdesakan. Semuanya sudah diatur. Termasuk pintu masuknya. Ini hebat ya,’’ terang wali kota.
Wali kota juga berencana menerapkan konsep serupa untuk di Kota Madiun. Khususnya mereka yang mengunjungi kawasan Pahlawan Religi Center (PRC). Wali kota optimis kawasan tersebut bakal ramai ke depan. Apalagi, jika sudah ditambahkan ornament dari timur tengah. Termasuk duplikat kain Kiswah dan karpet bekas Raudhah. Wisatawan akan semakin tertib jika sudah berbasis aplikasi.
‘’PRC sudah semakin ramai. Ke depan pasti tambah ramai lagi. Kalau sudah seperti itu, kita terapkan sistem aplikasi seperti di sini. Kita konsep seperti itu biar masyarakat yang mau beribadah bisa tenang,’’ ungkapnya.
Orang nomor satu di Kota Pendekar itu juga berencana membawa konsep Masjid Quba untuk di Kota Madiun. Yakni, untuk pembangunan masjid di Pondok Lansia Jalan Menuju Surga. Seperti di Masjid Quba terdapat pepohonan di bagian kanan-kirinya. Masjid berada tepat di tengah. Bedanya, masjid di sana dihiasi pohon kurma. Sementara masjid di Pondok Lansia itu bakal dihiasi pohon berbuah.
‘’Jadi lansia jalan dari tepi melewati pohon buah untuk menuju masjid. Seperti di sini, bedanya di sini pohonya kurma,’’ ujarnya.
Wali kota juga berencana mengembangkan Masjid Kuncen. Seperti diketahui, Masjid Kuncen banyak dikunjungi peziarah. Khususnya pada malam hari. Karenanya, wali kota berencana melakukan perbaikan untuk lampu penerangan sampai menuju sendang, penambahan bangunan menara, dan tempat parkir. Wali kota berharap pembangunan semakin membuat jamaah nyaman dan betah berada di tempat ibadah.
‘’Orang ibadah itu harus nyaman agar bisa khyusuk. Karenanya, akan kita berikan fasilitas-fasilitas untuk menambah kenyamanan beribadah,’’ pungkasnya. (faizal rachman/agi/madiuntoday)