Temukan Pemanfaatan Belum Maksimal, Plt Wali Kota Dorong Pembenahan Lapangan Serayu
MADIUN – Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun kembali memanfaatkan agenda gowes rutin untuk memantau langsung kondisi sejumlah fasilitas publik dan program pembangunan di lapangan, Kamis (11/6). Sejumlah titik yang dikunjungi antara lain Pasar Sleko, Lapangan Serayu, serta beberapa lokasi penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Taman.
Usai meninjau progres penataan lantai 2 Pasar Sleko, Plt walikota melanjutkan pengecekan ke Lapangan Serayu. Menurutnya, fasilitas olahraga tersebut memiliki potensi besar karena lokasinya representatif dan dilengkapi jogging track yang cukup nyaman bagi masyarakat.
Namun, dari hasil peninjauan, ia masih menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi. Selain kebersihan yang kurang terjaga, pemanfaatan kawasan tersebut dinilai belum optimal.
“Tempatnya sebenarnya bagus, representatif, dan nyaman. Tetapi saya mendapat masukan bahwa pemanfaatannya belum optimal. Di beberapa titik masih terlihat kotor dan terkesan kumuh, sehingga perlu segera dilakukan pembenahan,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya menugaskan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kecamatan Taman, serta melibatkan LPMK, warga sekitar, hingga paguyuban pencak silat setempat untuk bergotong royong melakukan penataan kawasan.
Menurutnya, upaya perbaikan tidak cukup hanya dengan penataan fisik. Ke depan diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan agar fasilitas yang sudah dibangun dapat terus terawat dan dimanfaatkan masyarakat.
“Setelah dibenahi harus ada pengelola yang bertanggung jawab menjaga dan merawat. Jangan sampai sudah bagus, tetapi kemudian kembali tidak terurus,” katanya.
Selain meninjau fasilitas publik, Plt walikota juga menyempatkan diri mengecek kondisi sejumlah rumah penerima program RTLH di wilayah Kecamatan Taman. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program bantuan perbaikan rumah berjalan tepat sasaran dan dapat segera meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Ia menegaskan, kegiatan gowes yang rutin dilakukan bukan sekadar olahraga, melainkan sarana untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus menyerap masukan dari masyarakat. Dengan begitu, berbagai persoalan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
“Kalau turun langsung ke lapangan, kita bisa mengetahui kondisi sebenarnya dan menentukan langkah yang harus segera dilakukan. Tujuannya agar fasilitas publik maupun program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(dspp/kus/madiuntoday)