Tinjau Sejumlah Petilasan, Plt Wali Kota Ingin Bangkitkan Cerita Budaya Tingkat Kelurahan



MADIUN – Kota Madiun ternyata kaya akan situs peninggalan budaya. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun pun tertarik untuk menelusuri dan menggali ceritanya. Bersamaan dengan gowes, Plt wali kota meninjau sejumlah kelurahan untuk melihat langsung situs peninggalan budaya tersebut, Kamis (6/8).


‘’Har ini kita mau mempelajari beberapa peninggalan sejarah. Kemarin kita baru membangun cerita dari Kuncen ke Taman. Saya dapat informasi ternyata ini dimulai dari Sogaten. Makanya hari ini kita kunjungi,’’ kata Plt wali kota.


Kelurahan Sogaten memang diambil dari nama tokoh bernama Kyai Ageng Reksogati. Beliau merupakan ulama utusan Kasultanan Demak yang menyebarkan Agama Islam di wilayah Purbaya (cikal bakal Madiun) sekitar tahun 1518 sampai 1568. Kyai Ageng Reksogati dipercaya dulu tinggal di wilayah yang kini menjadi Kelurahan Sogaten tersebut. Plt wali kota juga meninjau sejumlah barang-barang yang dipercaya peninggalan beliau.


‘’Kemudian dari teman-teman LPMK juga menyampaikan kalau di Kelurahan Patihan juga ada petilasan. Tadi juga kita kunjungi,’’ imbuhnya.


Petilasan berupa susunan batu bata berbentuk persegi tersebut dipercaya peninggalan seorang patih. Saat ini susunan berada di salah satu halaman warga. Plt wali kota optimis hal tersebut menyimpan potensi besar. Karenanya, Plt wali kota ingin menggali cerita terkait peninggalan budaya tersebut.


‘’Dari kegiatan tadi saya ingin melihat apa yang bisa dilakukan dari potensi ini. Hari ini kita melihat bentuknya seperti apa untuk kemudian ke depan pandanganya akan bagaimana,’’ ungkapnya.


Plt wali kota berharap para pelaku budaya di tiap kelurahan juga dapat menggali cerita yang menarik. Tidak hanya di Kelurahan Sogaten dan Patihan. Tetapi juga di kelurahan lainnya. Plt wali kota berharap setiap kelurahan bisa memiliki cerita menarik untuk disuguhkan.


‘’Yang penting kita tahu dulu ceritanya seperti apa sehingga kita tahu nanti intervensinya akan seperti apa. Apakah dibangunkan cerita atau bagaimana,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)