Kampung Jepang Bakal Makin Optimal, Ratusan Tanaman Buah Berbagai Jenis Mulai Ditanam
MADIUN – Keberadaan Taman Tematik Kampung Jepang di Kelurahan Banjarejo terus dioptimalkan. Sesuai rencana awal, taman di Jalan Sedoro tersebut juga akan difungsikan untuk edukasi agricultural. Lokasi lahan yang dipersiapkan pun mulai dilakukan penanaman.
‘’Sudah kita mulai penanaman, prosesnya sejak Mei kemarin,’’ kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Niken Febrianti, Rabu (5/8).
Bukan tanaman bunga, melainkan tanaman berbuah. Yakni, belimbing, alpokat, sirsat, jambu air, dan salam. Jumlah totalnya mencapai ratusan. Niken berharap keberadaan tanaman buah tersebut akan memberikan beragam manfaat ke depan. Mulai manfaat buahnya hingga manfaat cara-cara budidayanya.
‘’Kami belum menghitung pastinya, tetapi ada ratusan tanaman buah,’’ ungkapnya.
Kampung Jepang memang sudah menarik perhatian sejak dibangun tahun lalu. Menjadi salah satu alternatif pilihan masyarakat untuk melepas penat. Di lokasi juga terdapat beragam fasilitas. Salah satunya taman bermain anak. Kondisi makin lengkap karena masih berada dalam satu kawasan dengan Lapak UMKM Kelurahan Banjarejo. Artinya, masyarakat tak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan kuliner. Di sana juga banyak pedagang keliling yang datang silih berganti.
Secara konsep, Kampung Jepang memang dibangun sebagai kawasan pertanian terpadu komoditas pangan untuk menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makanan Bergizi Gratis. Tak jauh dari memang terdapat satu dapur MBG. Termasuk tanaman-tanaman obat keluarga untuk mendukung Kampung Penyakit Tidak Menular (PTM) yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan Kampung Jepang berdiri di atas lahan seluas 16.447 meter persegi. Di dalamnya terdapat bangunan khas negeri samurai. Salah satunya, bangunan pendopo yang mirip dengan Kuil Sensō-ji, sebuah kuil Buddha kuno yang terletak di Asakusa, Tokyo, Jepang. Selain itu juga ada entrance atau pintu masuk dengan mengadopsi bangunan Torii atau gerbang seperti di kuil Itsukushima. Beberapa pernak-pernik lain seperti jembatan dan lain sebagainya. Nah, lahan kosong di sekitar bangunan utama juga mulai dimanfaatkan untuk pertanian kini. (ws hendro/agi/madiuntoday)