Jelang Madiun Menari, Ribuan Penari Kompak Matangkan Gerakan Tari Beksan Parisuko
MADIUN – Musik pengiring tari tak henti mengalun di Pahlawan Business Center (PBC) Kota Madiun. Di bawah arahan para pelatih, peserta tampak serius menyelaraskan langkah, menghafal setiap gerakan, hingga mengibaskan sampur dengan kompak. Pemandangan itu menjadi awal dari sebuah pertunjukan kolosal yang tengah dipersiapkan Kota Pendekar, bertajuk Madiun Menari.
Sejak 1 Agustus, latihan telah dilakukan setiap hari dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta. Persiapannya terus dikebut dan kini telah mencapai sekitar 30 persen.Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pada 29 Agustus mendatang kawasan Jalan Pahlawan akan menjelma menjadi panggung budaya kolosal untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pamong Budaya Disbudparpora Kota Madiun, Muhammad Muhrizul Gholy, mengatakan Madiun Menari tidak hanya menghadirkan pertunjukan tari massal. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas generasi sekaligus upaya memperkuat identitas budaya Kota Madiun.
"Konsep Madiun Menari dirancang sebagai sajian tari kolosal dengan sampur merah yang dikenakan seragam oleh seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya, Selasa (4/8).
Untuk tari yang dibawakan, Disbudparpora memilih Tari Beksan Parisuko, karya seniman asli Kota Madiun yang memiliki filosofi mendalam.
"Beksan Parisuko merupakan tarian ciptaan seniman Kota Madiun yang terinspirasi dari tradisi bersih desa. Secara etimologi, beksan berarti tari, sedangkan parisuko berarti padi atau kegiatan yang menggembirakan. Tarian ini merupakan manifestasi rasa syukur atas hasil panen sekaligus menggambarkan semangat gotong royong masyarakat," jelas Gholy.
Pemilihan Beksan Parisuko juga bukan tanpa alasan. Gholy menuturkan, ide penyelenggaraan Madiun Menari berangkat dari gagasan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun. Selama menghadiri berbagai kegiatan bersih desa di sejumlah kelurahan, Plt wali kota melihat besarnya potensi seni tari yang dimiliki masyarakat. Dari situlah muncul ide menghadirkan satu pertunjukan tari massal yang melibatkan seluruh elemen Kota Madiun.
Sebanyak kurang lebih 4.000 peserta akan ambil bagian dalam Madiun Menari. Mereka berasal dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, kelurahan, kecamatan, PKK, Dharma Wanita, KKI, DKKM, IGTKI, HIMPAUDI, UMKM, GOW, Perwosi, OPD, BUMD, perbankan, hingga perguruan tinggi.
Meski melibatkan ribuan peserta dari berbagai latar belakang, proses persiapan sejauh ini berjalan lancar. Kendala yang dihadapi lebih banyak berkaitan dengan penyesuaian jadwal latihan di tengah aktivitas masing-masing peserta.
"Kami ingin Madiun Menari menjadi ruang edukasi, regenerasi, dan kolaborasi di bidang tari tradisional. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Kota Madiun melalui event seni budaya, sekaligus memberi ruang bagi para seniman untuk terus berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan daerah," pungkasnya.
(Dspp/rat/Madiuntoday)