Dari Yel-yel hingga Pencak Silat, Semangat Penggalang Kota Madiun Menggema Jelang Jamnas XII



MADIUN - Gemuruh yel-yel membahana di halaman Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Senin (3/8). Puluhan Pramuka Penggalang Kota Madiun bergantian menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebelum berangkat menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.


Bukan sekadar seremoni pelepasan. Penampilan tari daerah, atraksi pencak silat, hingga yel-yel penuh semangat menjadi simbol kesiapan 32 anggota kontingen yang akan mewakili Kota Madiun pada ajang Pramuka terbesar tingkat nasional. Kekompakan, disiplin, dan rasa percaya diri tampak menyatu dalam setiap gerakan yang mereka tampilkan.


Plt Wali Kota yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Madiun mengapresiasi semangat para peserta. Menurutnya, kesempatan mengikuti Jamnas merupakan pengalaman yang sangat istimewa karena hanya berlangsung setiap lima tahun sekali.


“Ini momen yang sangat langka karena Jamnas digelar lima tahun sekali. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ilmu yang didapat nanti jangan berhenti di Cibubur, tetapi dibawa pulang dan diterapkan di Kota Madiun,” ujarnya.


Sebanyak 32 peserta yang terdiri atas 16 putra dan 16 putri dari jenjang SMP/MTs sederajat dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada 11 Agustus mendatang. Mereka akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, pada 12–21 Agustus 2026.


Bagi Plt Wali Kota, Jamnas bukan hanya tentang berkemah atau bertemu peserta dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga kemampuan berkolaborasi yang akan menjadi bekal generasi muda di masa depan.


Karena itu, Pemerintah Kota Madiun tidak hanya melepas keberangkatan mereka, tetapi juga berkomitmen mengawal masa depan para peserta. F. Bagus menegaskan, pemerintah akan membantu memastikan para anggota kontingen tidak mengalami kendala saat melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP.


“Anak-anak ini adalah peserta terpilih. Tugas pemerintah bukan hanya melepas mereka berangkat, tetapi juga memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan yang baik setelah kembali dari Jamnas. Jangan sampai mereka kebingungan mencari sekolah,” tegasnya.


Dengan semangat yang ditunjukkan melalui yel-yel, tarian, dan atraksi pencak silat, Kontingen Kota Madiun diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman berharga dari Jamnas XII, tetapi juga menjadi wajah Kota Pendekar yang mampu menginspirasi generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia.

(Dspp/kus/madiuntoday)