Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar, Pemkot Madiun Jaga Stabilitas Harga Selama Agustus



MADIUN – Pemerintah Kota Madiun kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Agustus 2026. Program yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih ini menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di tengah masyarakat.


Pelaksanaan GPM juga menjadi upaya antisipatif pengendalian inflasi. Meski Kota Madiun mencatat deflasi sebesar 0,12 persen pada Juli 2026, pemerintah tetap memperkuat berbagai intervensi pangan mengingat adanya potensi kenaikan inflasi pada akhir tahun akibat berakhirnya panen raya dan potensi El Nino. 


Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun, Sumini mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan berlangsung di delapan titik kelurahan mulai 6 hingga 22 Agustus 2026. Masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, minyak goreng Kita Rp31.000 per 2 liter, gula pasir Rose Brand Rp17.500 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.500 per pack.


Kegiatan perdana digelar Kamis (6/8) di Gerai KKMP Kelurahan Kejuron mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. “Untuk para pembeli kami mengimbau agar membawa tas belanja sendiri dan tidak perlu panic buying. Belilah sesuai kebutuhan agar semua masyarakat dapat memperoleh bahan pangan,” ujar Sumini.


Melalui kegiatan ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memastikan pasokan dan harga bahan pangan tetap stabil selama peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 hingga menghadapi potensi tekanan inflasi pada bulan-bulan mendatang.


(bip/kus/madiuntoday)