Pekerjaan Tercatat Surplus Signifikan, Proyek Pemeliharaan Jalan Bakal Rampung Lebih Cepat dari Target Perencanaan
MADIUN – Proyek pemeliharaan jalan berkala tahun ini tampaknya bakal rampung lebih cepat. Bagaimana tidak, hingga pekan kelima ini seluruh paket pekerjaan tercatat telah melebihi target perencanaan. Plt Kepala DPUPR Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho menyatakan, empat paket kegiatan pemeliharaan berkala jalan menunjukkan tren realisasi yang sangat positif.
Inug -sapaannya- merinci pada paket 1, realisasi lapangan mencapai 8,73 persen dari rencana di angka 2,30 persen. Artinya, pekerjaan mengalami surplus 6,44 persen. Paket 2, lanjutnya, realisasinya menyentuh 55,27 persen atau lebih cepat 52,99 persen dari target rencana 2,27 persen. Deviasi positif juga tercatat pada paket 3. Di paket ini tercatat realisasi 28,69 persen dari rencana 19,14 persen. Pekerjaan mengalami percepatan 9,55 persen. Sedangkan paket 4 mencapai 24,08 persen dengan deviasi 21,81 persen dari target rencana 2,27 persen.
‘’Realisasi kemungkinan lebih dari itu pada pekan keenam. Karena masih ada pekerjaan, laporan pekan keenam menunggu pekerjaan selesai,’’ ungkapnya.
Dia menyebut pelaksanaan pekerjaan sengaja dipercepat dan difokuskan pada di sejumlah jalan strategis. Di kawasan Alun-Alun Kota Madiun, misalnya. Area ini diprioritaskan agar siap digunakan dalam mendukung jalannya upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI.
‘’Atas petunjuk pimpinan, kawasan Alun-alun kita percepat dan akomodasi lebih dahulu. Tujuannya agar saat pelaksanaan upacara dan perangkaian kegiatan kemerdekaan nanti, area baris-berbaris maupun kantong parkir sudah dalam kondisi mulus, nyaman, dan bebas dari kerusakan,’’ ujarnya.
Meski pekerjaan dipercepat, bukan berarti serampangan. Kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian. Pekerjaan tetap sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Urusan pengecatan marka jalan misalnya. Pengecatan sengaja belum dikerjakan meski sebagian besar pengaspalan telah rampung. Hal itu murni karena teknis daya tahan material. Idealnya, pengecatan marka baru bisa dilakukan setelah melewati masa pematangan aspal (asphalt curing phase), yaitu sekitar dua pekan.
‘’Aspal biar naik dulu baru bisa cat marka. Ini agar cat marka lebih tahan lama,’’ katanya.
Inug mengakui pekerjaan proyek ini tidak terlepas dari sejumlah dinamika teknis. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang di luar prediksi serta keterlambatan pengiriman pasokan aspal menjadi tantangan tersendiri. Namun, pihak DPUPR terus berkoordinasi aktif dan memberikan arahan tegas kepada pihak penyedia untuk mengurai hambatan pengiriman material tanpa melampaui tenggat waktu pelaksanaan.
‘’Melihat progres saat ini, insya Allah pekerjaan selesai sesuai jadwal. Bahkan lebih cepat dari target,’’ pungkasnya. (rams/agi/madiuntoday)