Pemkot Madiun Siapkan Dana Stimulan Rp10 Juta per RT, Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
MADIUN - Pemerintah Kota Madiun segera merealisasikan program gerakan pilah sampah dari rumah sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkot menyiapkan dana stimulan sebesar Rp10 juta bagi setiap RT di seluruh Kota Madiun yang ditargetkan mulai disalurkan paling lambat akhir Juli 2026.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan penyerahan dana secara simbolis akan dilakukan bertepatan dengan pencanangan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah pada 30 Juli 2026.
“Insya Allah secara simbolis akan diserahkan pada saat momen pencanangan pemilahan sampah dari rumah tanggal 30 Juli,” ujarnya.
Lebih lanjut Plt walikota menjelaskan, penyaluran dana sempat menunggu penyesuaian regulasi, termasuk perubahan rekening tujuan sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh proses administrasi kini telah rampung sehingga pencairan dana kepada masing-masing RT segera dilakukan.
Ia menambahkan, besaran dana yang diterima RT nantinya akan disesuaikan dengan ketentuan dalam petunjuk teknis (juknis), termasuk adanya biaya administrasi.
“Sesuai juknis terakhir, setelah administrasi nilainya sekitar Rp9 juta. Insya Allah langsung diserahkan dan harapannya seluruh RT di Kota Madiun dapat melaksanakan program ini sesuai ketentuan,” jelasnya.
Sebelum program dijalankan, Pemkot Madiun telah melakukan berbagai pembahasan dan kajian, mulai dari mekanisme pelaksanaan hingga sistem pengawasan. Langkah tersebut dilakukan agar gerakan pilah sampah dari rumah mampu berjalan optimal dan berdampak pada berkurangnya volume sampah residu yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo.
Menurutnya, penyusunan program dilakukan bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta melibatkan DPRD Kota Madiun untuk memastikan implementasinya berjalan sesuai aturan.
Selain mengoptimalkan peran RT, Pemkot Madiun juga akan memperkuat jaringan bank sampah. Ke depan, pemerintah menargetkan setiap RW memiliki sedikitnya satu bank sampah aktif sebagai pusat pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Melalui langkah tersebut, keberadaan bank sampah yang telah berjalan diharapkan semakin optimal sekaligus mendorong terbentuknya bank sampah baru dan bertambahnya relawan lingkungan yang berperan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Rencananya minimal ada satu bank sampah di setiap RW. Saat ini kami masih mendata dan mengoptimalkan bank sampah yang sudah ada. Harapannya nanti muncul bank sampah baru maupun relawan yang bisa ikut membantu,” pungkasnya.
(dspp/kus/madiuntoday)