Puncak Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat



MADIUN – Puncak pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa Kelurahan Sogaten berlangsung meriah di Lapangan Sogaten, Sabtu (11/7) malam. Ribuan warga memadati lokasi untuk menikmati rangkaian acara yang memadukan tradisi, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mulai dari bazar UMKM yang diikuti sekitar 80 tenant, layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil Kota Madiun, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga puncaknya pertunjukan wayang kulit yang sukses mencuri perhatian warga. Menariknya, pagelaran wayang kulit ini untuk pertama kalinya digelar sebagai puncak perayaan Bersih Desa Kelurahan Sogaten.

Sebelum wayang dimulai, masyarakat lebih dulu disuguhi berbagai penampilan seni dari generasi muda. Mulai dari karawitan, tembang macapat, tari Ganong serta pembacaan puisi dari siswa SD Negeri Sogaten dan juga SMP Negeri 9 Madiun. Suasana semakin semarak saat kirab pusaka dan gunungan mengawali puncak perayaan tradisi Bersih Desa.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun hadir langsung menyaksikan seluruh rangkaian acara. Tak hanya menikmati pertunjukan, ia juga tampak serius mengamati setiap penampilan yang disuguhkan malam itu. Menurutnya, para penari hingga dalang muda merupakan aset budaya yang harus terus diberi ruang untuk berkembang.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Ki Aditya Krisna, dalang muda putra asli Kelurahan Sogaten. Meski usianya masih muda, kiprahnya telah dikenal di berbagai daerah. Kehadirannya menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus membuktikan bahwa Sogaten memiliki potensi seni budaya yang layak mendapat panggung lebih luas.

Plt wali kota mengapresiasi komitmen Kelurahan Sogaten yang terus menjaga tradisi melalui kegiatan Bersih Desa. Menurutnya, budaya lokal harus terus dihidupkan seiring dengan upaya Pemerintah Kota Madiun mewujudkan slogan berkarya, berbudaya, mendunia.

"Budaya ini sekarang menjadi perhatian kami. Kota Madiun punya slogan berkarya, berbudaya, mendunia. Kalau budaya seperti ini tidak kita angkat, sangat disayangkan. Karena itu saya ingin potensi budaya di setiap kelurahan terus dikembangkan," ujarnya.

Ia mengaku sengaja memperhatikan para penampil yang tampil malam itu. Baginya, talenta-talenta lokal seperti penari dan Ki Aditya Krisna memiliki kualitas yang patut dibanggakan dan perlu mendapat kesempatan tampil di berbagai agenda kota.

"Tadi saya lihat tarinya bagus. Talenta-talenta lokal seperti ini ingin kami kumpulkan, kami tampilkan sekaligus kami perkenalkan kepada masyarakat. Termasuk Mas Adit yang sudah banyak tampil di berbagai daerah, nanti juga akan kami libatkan dalam kegiatan Pemerintah Kota," katanya.

Menurut Plt wali kota kegiatan budaya di tingkat kelurahan bukan sekadar menjaga tradisi agar tetap hidup, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Antusiasme warga yang memadati lokasi acara serta ramainya stan-stan UMKM menjadi bukti bahwa budaya dan ekonomi bisa tumbuh beriringan.

Karena itu, Pemerintah Kota Madiun akan terus mendorong setiap kelurahan memiliki agenda budaya yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui program Gerakan Ekonomi Maju, Aktif, Kelurahan Berdaya (GEMA Berdaya) 2027. Harapannya, tradisi tetap lestari, seniman lokal semakin dikenal, dan kegiatan budaya mampu menjadi penggerak ekonomi di setiap kelurahan.

(Rams/rat/Madiuntoday)