Plt Wali Kota Salurkan Bantuan Pupuk Non-Subsidi, Total Sebanyak 78,8 Ton Untuk 1.273 Petani
MADIUN – Perhatian kepada para petani tak hanya datang dari pemerintah pusat. Tetapi juga dari pemerintah daerah. Seperti bantuan pupuk non subsidi yang kembali digelontorkan Pemerintah Kota Madiun. Setidaknya ada 54,6 ton pupuk NPK plus dan 24,2 ton pupuk Hayati Bioratu untuk tahun ini. Totalnya sebanyak 78,8 ton. Simbolis penyerahan bantuan pupuk tersebut dilakukan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun kepada perwakilan kelompok tani (poktan), Kamis (6/8).
‘’Untuk pupuk sudah mulai kita bagikan ke poktan. Harapannya bisa membantu dalam memaksimalkan hasil panennya,’’ kata Plt wali kota.
Bantuan pupuk ini di luar pupuk subisidi dari pemerintah pusat. Pemkot Madiun sengaja memberikan pupuk organik seperti pupuk Hayati Bioratu untuk menekan dampak penggunaan pupuk kimia. Pasalnya, hampir sebagian besar pupuk yang digunakan petani berbahan kimia. Seperti Urea dan NPK. Bantuan ini diberikan kepada 34 kelompok tani dengan total kurang lebih 1.273 orang petani.
‘’Ini tidak mengurangi jatah bantuan pupuk yang dari pemerintah pusat. Artinya, dengan ini artinya petani mendapatkan tambahan pupuk,’’ ungkapnya.
Bioratu merupakan pupuk hayati majemuk berbentuk granul yang diproduksi dari bahan dasar blotong dan diperkaya mikroba. Berfungsi meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, serta mengoptimalkan produktivitas berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Pupuk ini juga dapat dikombinasikan dengan pupuk kimia. Pupuk bantuan Pemerintah Kota Madiun ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasi Tembakau (DBHCHT) 2026. Pupuk saat ini sudah mulai dibagikan sejak beberapa waktu yang lalu. (ws hendro/agi/madiuntoday)