Mixology hingga Las Jadi Primadona, Disnaker-KUKM Siapkan SDM Terampil Sesuai Kebutuhan Industri
MADIUN - Meracik minuman kekinian layaknya barista, memangkas rambut sesuai tren, mengoperasikan mesin las, hingga mengelola administrasi perkantoran kini menjadi keterampilan yang banyak dibutuhkan dunia kerja. Melihat peluang tersebut, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro (Disnaker-KUKM) Kota Madiun menghadirkan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I dengan empat bidang kejuruan yang menjadi favorit masyarakat.
Salah satu pelatihan yang menarik perhatian adalah mixology. Pelatihan ini membekali peserta dengan kemampuan meracik berbagai minuman nonalkohol secara profesional, mulai dari mengenal bahan baku, teknik pencampuran, penyajian, hingga standar pelayanan yang banyak dibutuhkan di sektor perhotelan, restoran, dan kafe.
PBK Tahap I diikuti total 75 peserta yang terbagi dalam empat kejuruan. Masing-masing yakni mixology sebanyak 20 peserta, las 20 peserta, administrasi perkantoran 20 peserta, dan barber 12 peserta. Awalnya pelatihan barber membuka kuota 20 peserta, namun delapan orang tidak lolos pada proses rekrutmen awal.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker-KUKM Kota Madiun Ike Yessica Kusumawati mengatakan, seluruh jenis pelatihan yang diberikan dipilih berdasarkan kebutuhan nyata dunia kerja. Sebelum menetapkan program pelatihan, pihaknya melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, melihat tren keterampilan yang berkembang, serta menampung usulan masyarakat.
“Jenis pelatihan yang diberikan bukan ditentukan secara sembarangan. Kami melihat kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, tren yang berkembang di masyarakat, dan juga masukan dari masyarakat. Harapannya keterampilan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” ujarnya.
Menurut Ike, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan akan mengikuti uji kompetensi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta saat mencari pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri.
“Setelah mengikuti pelatihan, mereka akan menjalani uji kompetensi. Harapannya dengan bekal keterampilan dan sertifikasi yang dimiliki, peserta siap bersaing dan langsung terserap di dunia kerja,” katanya.
Ia menambahkan, bidang-bidang pelatihan yang dibuka memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Selain berpeluang bekerja di perusahaan, peserta juga memiliki kesempatan membangun usaha sendiri sesuai keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.
“Kami melihat bidang-bidang pelatihan yang dipilih saat ini memiliki peluang kerja yang cukup besar. Selain bekerja di perusahaan, harapannya peserta juga dapat membuka usaha sendiri sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Madiun berharap lahir lebih banyak tenaga kerja terampil yang siap masuk ke dunia kerja maupun menjadi wirausahawan baru. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran dan memperkuat perekonomian daerah.
(Rams/kus/madiuntoday)