Bukan Sekedar Ruang Publik, RTH Juga Berfungsi untuk Keseimbangan Ekologi



MADIUN – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun bukan sekedar ruang publik. RTH memiliki banyak fungsi dibaliknya. Mulai fungsi sosial, edukasi, ekologi, hingga rekreasi. Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Utilitas Ruang Terbuka Hijau, Penerangan Jalan Umum dan Pemakaman Dinas Perkim Kota Madiun Andi Anto mengatakan keberadaan RTH penting dan perlu di suatu daerah. 

‘’Namanya ruang publik, pastinya menjadi tempat bertemunya banyak orang. Secara otomatis ada aspek sosial di dalamnya,’’ kata Andi, Kamis (9/2).

Bahkan tak hanya itu, jika dilihat dari aspek ekologi, RTH berperan penting dalam keseimbangan lingkungan. Seperti diketahui RTH selalu dihiasi dengan vegetasi atau tanaman hingga pohon. Hal ini menyebabkan kualitas udara di kawasan tersebut cukup baik. Sebab, pohon menghasilkan oksigen. Tak heran, jika pemerintah memberikan aturan khusus terkait keberadaan RTH di suatu daerah. 

‘’Banyaknya vegetasi tersebut juga berfungsi untuk penyerapan air sehingga daerah tersebut memiliki cadangan air di dalam tanah. Bukan langsung terbuang,’’ ujarnya. 

Andi menyebut Pemkot Madiun terus berupaya menambah RTH. Saat ini, setidaknya total luasan RTH yang dikelola pihaknya mencapai 56,37 hektar. Itu terdiri dari sekitar 75 titik. Baik yang skala luas, RTH lingkungan, maupun di median dan tepi jalan. Namun, luasan itu masih belum memenuhi target. RTH di Kota Madiun ditarget sudah mencapai 30 persen dari total luasan wilayah setidaknya pada 2030 mendatang. Sedang, saat ini luasan RTH sudah mencapai 20 persen. 

‘’Prinsipnya kita terus menambah RTH dengan memanfaatkan aset-aset yang belum tergarap. Ini juga sebagai langkah pengamanan aset,’’ jelasnya. 

Setidaknya, ada enam RTH yang akan dibangun dalam waktu dekat ini. Yakni, RTH Bumi Mas, RTH Candi Sewu, RTH Gegono Manis, RTH Jalak, RTH Josenan, dan RTH Merak. Masing-masing RTH dianggarkan sekitar Rp 200 juta.

‘’Pembangunan kita target mulai pada April mendatang,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)