Coklit Mulai Bergulir, Bawaslu Segera Dirikan Posko Aduan
MADIUN - Kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pemilu 2024 mulai bergulir. Selain KPU yang menerjunkan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Madiun juga turut menugaskan panitia pengawas pemilu (panwaslu) kelurahan untuk ikut mengawal proses coklit.
Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kota Madiun Kokok Heru Purwoko, Selasa (14/2). "Petugas kami juga ikut mencocokkan data," ujarnya.
Kokok pun berharap, Pemilu yang digelar tahun depan dapat berjalan lancar. Serta, seluruh warga yang sudah memenuhi syarat bisa ikut terdaftar.
Adapun hal-hal yang wajib diperhatikan petugas, menurut Kokok, di antaranya adalah warga yang berusia 17 tahun sebelum Februari 2024. "Meski saat coklit usianya belum 17 tahun, harus tetap didata," jelasnya.
Selain itu, TNI/Polri yang sudah pensiun juga mendapatkan hak pilih. Sedangkan, warga yang sudah meninggal dunia atau pindah tempat tinggal dicoret dari daftar pemilih.
Namun, bagi warga yang sudah pindah domisili tapi KTP-nya masih Kota Madiun tetap ikut pendataan di Kota Madiun.
Lebih lanjut, Kokok mengatakan bahwa Bawaslu membuka posko aduan bagi warga yang belum terdaftar dalam coklit.
"Saya harap masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam coklit ini dan bisa mengikuti Pemilu tahun depan dengan lancar," pungkasnya. (Ney/irs/madiuntoday)