Gencar Turun ke Bawah Jemput Bola, Pemkot Madiun Raih Penghargaan Capaian Deteksi Dini PTM Tertinggi 2022




MADIUN – Urusan kesehatan di Kota Madiun berhasil mengukir prestasi kembali. Kali ini dari bidang penanganan penyakit tidak menular (PTM). Kota Madiun mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten/Kota dengan capaian deteksi dini PTM tertinggi di Jawa Timur untuk tahun 2022. Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono bersamaan dengan giat Koordinasi dan Evaluasi Program P2P di Luminor Hotel Sidoarjo, Kamis (4/5). 


Subkoordinator Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Usia Produktif, Usia Lanjut, Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun drg Tri Hari Wahyuningtyas menyebut capaian itu tak terlepas dari tingginya pendeteksian PTM yang dilakukan. Pemprov Jawa Timur menargetkan sebanyak 115.110 jiwa penduduk usia produktif di Kota Madiun yang harus dilakukan pendeteksian. Namun, pendeteksian yang dilakukan mencapai 127.548 jiwa atau 110,81 persen. 


‘’Jadi ada target yang ditetapkan Pemprov, target itu dihitung dari jumlah usia produktif yakni 15-59 tahun di 2022. Nah, capaian kita sudah melebihi target yang ditetapkan itu,’’ jelasnya, Jumat (5/5).


Wahyu menyebut Kota Madiun sejatinya selalu masuk urutan tiga besar dalam urusan pendeteksian dini PTM usia produktif tersebut di setiap tahun. Namun, diakuinya memang baru kali ini menjadi yang tertinggi dan berhasil mendapatkan penghargaan. Kegiatan pendeteksian PTM di Kota Pendekar memang ini dilakukan secara masif. Petugas biasa melakukan jemput bola ke masyarakat. Di antaranya melalui kegiatan di Posyandu, Posbindu, hingga di berbagai kegiatan pertemuan masyarakat. Selain itu, petugas juga turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan pendeteksian pelajar di atas 15 tahun. 


‘’Jadi memang kita terus kejar dengan jemput bola. Kita hadir diberbagai kegiatan yang dihadiri masyarakat dalam jumlah besar,’’ ungkapnya. 


Pendeteksian dini memang cukup berdampak signifikan bagi kesehatan masyarakat. Berbagai penyakit tidak menular bisa segera terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan. Artinya, penyakit belum sampai meluas hingga berdampak fatal. Wahyu menyebut pendeteksian memang perlu dan penting sebagai upaya pencegahan. 


‘’Kenapa kita dipacu terkait ini, ya agar penyakit di masyarakat, khususnya yang PTM ini bisa ditemukan sedini mungkin untuk segera dilakukan penanganan. Bukan sudah terlanjur parah kemudian baru ditangani,’’ pungkasnya. (vincent/agi/madiuntoday)