Bakal Ada Luminor dan Ibis Hotel di Kota Pendekar, Nilai Investasi Keduanya Capai Rp 300 Miliar
MADIUN – Perubahan di Kota Madiun beberapa tahun ini terbukti menarik banyak investor. Salah satunya, datang dari bidang perhotelan. Kota Pendekar setidaknya diminati sejumlah investor hotel berbintang. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mulai pembangunan.
‘’Untuk saat ini yang sudah masuk di OSS (online single submission) ada PT Waringin Hospitality/Waringin Group dengan Luminor Hotel dan PT Bumi Sukses Jaya dengan Ibis Hotel,’’ kata Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Kota Madiun, Nuning Udayanah Nurfiati, Jumat (19/5).
Nilai investasinya juga besar. Hotel Luminor yang rencananya akan dibangun di lokasi transmart Jalan S Parman memiliki nilai investasi sebesar Rp 150 miliar. Seperti diketahui, kontrak Transmart di lokasi tersebut juga telah habis. Lokasi bekas Terminal Kota Madiun itu langsung diminati investor lain untuk membangun hotel.
‘’Kalau yang Hotel Ibis nilainya Rp 151 miliar lebih. Hotel ini berada di Jalan Agus Salim yang dekat alun-alun itu,’’ ujarnya.
Nuning menambahkan pihaknya juga beberapa kali menggelar audiensi dengan sejumlah investor. Pun, beberapa di antaranya menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di Kota Madiun. Yakni, Hotel Makati dengan nilai investasi Rp 170 miliar dan The East Hotel dengan nilai Rp 45 miliar. Namun, Hotel Makati disinyalir batal berinvestasi lantaran juga menginginkan lokasi eks Transmart tersebut. Nuning mengaku sudah menawarkan titik lain seperti Dumilah Park hingga calon lokasi PeceLand.
‘’Sedang, The East Hotel berminat di Jalan Sulawesi. Kita tunggu saja kelanjutannya,’’ ungkapnya.
Kota Madiun memang cukup menarik di mata investor saat ini. Ada banyak perubahan yang cukup menarik wisatawan. Selain itu, lokasi Kota Madiun juga strategis. Pun, memiliki fasilitas yang lengkap dan tidak terlalu jauh dari exit tol. Hadirnya sejumlah hotel berbintang tiga tersebut tentu membawa keuntungan tersendiri bagi Kota Madiun. Selain nilai investasi, ada manfaat penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan perekonomian ke depan. (ws hendro/agi/madiuntoday)