Perubahan Kota Sudah Optimal, Wali Kota Sebut Baru 50 persen dari Rencana Besar




MADIUN – Perubahan Kota Madiun sudah cukup terlihat. Bahkan, bisa dibilang berubah drastis dari beberapa tahun belakangan. Namun, perubahan yang signifikan tersebut ternyata baru 50 persen dari rencana besar Wali Kota Maidi. Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut saat dialog interaktif terkait Hari Jadi ke-105 Kota Madiun.

‘’Ini baru 50 persen ya. Masih ada banyak perubahan-perubahan yang belum kita realisasikan,’’ kata wali kota, Selasa (6/6).

Wali kota menambahkan Kota Madiun masih akan memiliki perubahan besar. Tempat-tempat ikonik masih akan dimunculkan. Salah satunya, PeceLand. Ya, rencana pembangunan miniatur Kota Madiun itu sudah pernah mengemuka. Wali kota berencana membangun miniatur Kota Madiun di Nambangan Lor tepatnya di depan kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. PeceLand memang proyek besar. Pun, sudah ada beberapa investor yang tertarik berkolaborasi. Wali kota menyebut PeceLand juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Madiun.

‘’Yang skala kecil juga terus kita kejar. Seperti saat ini penyempurnaan Pahlawan Religi Center (PRC) dan juga Pahlawan Bisnis Center (PBC), juga di titik-titik lain,’’ jelasnya.

Wali kota menyebut Kota Madiun wajib terus berubah. Wajib terus menghadirkan sesuatu yang baru. Hal itu penting untuk menarik wisatawan. Seperti diketahui, Pahlawan Street Center (PRC) juga terus berubah. Wali kota menambahkan di PSC khususnya di kawasan wisata Sumber Umis juga akan ditambah bianglala. Rencananya, memiliki tinggi sampai 25 meter. Nantinya, masyarakat bisa melihat keindahan Kota Madiun dari ketinggian.

Pun, lanjut wali kota, sudah ada investor yang tertarik. Namun, dalam pembangunanya tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan tim ahli yang sudah mengantongi sertifikat. Sebab, wahana bianglala tersebut juga berkaitan dengan keselamatan. Baik penumpang maupun orang di sekitarnya. Wali kota berencana menggali literasi ke daerah lain.

‘’Saat ini yang sesuai ada di Batu dan Singapura. Akan kita cari tahu siapa yang dulu tim ahli yang memasang itu,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)