PPDB Jalur Offline Ditutup, Ada Peningkatan Pesat Pada Penerimaan Di Sejumlah SD
MADIUN – Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 jalur offline atau kuota khusus di 10 SD negeri dan 4 SMP negeri resmi ditutup, Rabu (7/6). Selama tiga hari, pagu 30 persen di empat SMP berhasil terpenuhi. Sejumlah SD pun mengalami peningkatan penerimaan peserta didik baru jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dindik Kota Madiun, Slamet Hariyadi. Menurutnya, jumlah pendaftar di empat SMP yang membuka kuota khusus bahkan melebihi pagu yang tersedia.
Adapun di SMPN 8 jumlah pendaftar mencapai 70 siswa dari pagu 60 orang. Di SMPN 9, pendaftar mencapai 89 siswa dari pagu 54 orang. Begitu pula di SMPN 12 jumlah pendaftar mencapai 138 siswa dari pagu 72 orang dan SMPN 14 terdapat 57 pedaftar dari pagu 36 siswa.
‘’Bagi pendaftar yang belum diterima di jalur offline, kami arahkan untuk mendaftar di jalur online. Insya Allah, empat sekolah ini akan tetap memfasilitasi pendaftar dari luar kota,’’ ujar Hariyadi.
Hasil memuaskan juga tampak pada PPDB jalur offline di sejumlah sekolah. Seperti, SDN 03 Josenan, SDN Kuncen, SDN 01 Madiun Lor, serta SDN 01 Kanigoro yang berhasil memenuhi kuota 30 persen dari total pagu sekolah. Begitu pula dengan SDN Sukosari yang mengalami peningkatan pesat pada PPDB tahun ini.
‘’Sukosari biasanya hanya mendapatkan empat siswa untuk penerimaan jalur offline dan online. Namun, tahun ini berhasil mendapatkan enam siswa di jalur offline saja. Kami optimis jumlah siswa di sekolah tersebut akan semakin bertambah pada penerimaan jalur online nanti,’’ jelasnya.
Optimistis serupa juga ditujukan bagi SDN 01 Demangan, SDN Kejuron, SDN 02 Taman, SDN 02 Winongo, dan SDN 02 Kartoharjo yang belum memenuhi target 30 persen dari pagu pada jalur offline tahun ini.
‘’Untuk SDN Winongo, perlu orang tua ketahui, sekolah ini bukan sepenuhnya inklusi. Semua sekolah di Kota Madiun memang wajib menerima siswa inklusi. Adapun SDN 02 Winongo dan 02 Taman adalah pioneer sekolah inklusi,’’ imbuhnya.
Hariyadi pun menambahkan, melalui penerimaan siswa baru melalui jalur offline ini Pemkot Madiun memfasilitasi peserta didik dari luar Kota Madiun untuk bisa bersekolah di dalam kota. Serta, mendapatkan fasilitas pendidikan yang sama dengan warga Kota Madiun.
Bagi calon peserta didik yang belum terakomodir di jalur offline, nantinya masih ada kesempatan mendaftar di jalur online. Yaitu, tahap 1 jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, jalur prestasi baik dari hasil lomba maupun nilai rapor yang dibuka mulai 12-14 Juni.
Juga, jalur zonasi pada 19-21 Juni mendatang. Hariyadi pun mengimbau orang tua untuk tidak bingung menyekolahkan putra-putrinya. Sebab, akses dan fasilitas pendidikan di Kota Madiun semuanya sama. “Ini terus kita lakukan pemantauan, kita analisa, dan terus kita kawal,” pungkasnya. (Ney/irs/madiuntoday)