Tingkatkan Pelayanan, RSUD Kota Madiun Tambah Ruang Operasi Dan CSSD
MADIUN - RSUD Kota Madiun memiliki gedung baru di area belakang rumah sakit. Gedung dua lantai tersebut merupakan central sterile supply department (CSSD) dan ruang pemulihan pasca operasi di lantai satu dan delapan ruang operasi di lantai dua.
Gedung baru senilai Rp 22 miliar itupun diresmikan oleh Wali Kota Madiun, Dr. Maidi pada Kamis (28/12). "Fasilitas baru ini merupakan kebutuhan pelayanan di rumah sakit," ujarnya.
Selama ini, RSUD Kota Madiun telah memiliki empat ruang operasi. Namun, seiring bertambahnya pasien, ruangan tersebut kurang mencukupi. Sehingga, perlu penambahan agar tidak terjadi antrean pasien di ruang operasi.
Selain ruangannya yang bertambah, fasilitas ini juga dilengkapi teknologi canggih terbaru. Dengan begitu, diharapkan tingkat kesembuhan pasien semakin tinggi.
"Mulai besok sudah beroperasi. Sudah bisa terima pasien. Alat-alat semua sudah siap," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun dr. Muhammad Nur, Sp.OG menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru dua lantai itu telah dimulai sejak 31 Mei lalu. Kemudian, selesai pada pertengahan bulan ini.
Adapun anggaran yang digunakan sebesar Rp 22 miliar dari sisa lebih pembayaran (silpa) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun lalu.
Menurut Nur, pembangunan gedung baru ini merupakan kebutuhan. Selain delapan ruangan operasi yang mampu menampung pasien lebih banyak, gedung ini juga memiliki CSSD yang berfungsi sebagai unit khusus pengelolaan sterilisasi dan distribusi peralatan medis dalam rumah sakit.
Selain peningkatan kualitas, ke depannya tidak menutup kemungkinan RSUD Kota Madiun juga akan menambah ragam pelayanan kepada masyarakat.
"Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan menambah ragam pelayanan. Misalnya, menjalin MoU dengan spesialisasi bedah saraf sehingga pelayanan kepada pasien semakin lengkap," tandasnya. (Ws Hendro/irs/madiuntoday)