IPM Kota Madiun 2023 Urutan Ke-14 Nasional Kategori Kota, Meningkat Signifikan di Lima Tahun Terakhir
MADIUN – Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Madiun terus mengalami peningkatan. Bahkan, IPM Kota Pendekar 2023 berhasil masuk 15 besar nasional kategori kota. Ya, IPM Kota Madiun berada di urutan ke-14 kota peraih IPM tertinggi secara nasional untuk 2023.
Mengacu data IPM yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) RI pada 13 Mei 2024 lalu, Kota Madiun memiliki IPM sebesar 83,71. Data BPS tersebut kemudian ditindaklanjuti goodstats.id dengan merekap peraih IPM tertinggi nasional dalam infografis berjudul Kota dengan SDM Paling Maju di Indonesia yang diunggah pada akun Instagram goodstats.id pada Senin (27/5). IPM memang berkaitan erat dengan SDM. Sebab, berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Tak heran, IPM juga menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan suatu daerah. Dari perangkingan itu, Kota Madiun berada di urutan ke-14 nasional. Kota Madiun bersaing ketat dengan kota-kota besar di tanah air seperti Jakarta Barat, Padang, Surabaya, Malang, Jakarta Timur, Semarang, Denpasar, dan lain sebagainya.
Data IPM Kota Madiun ini juga pernah disampaikan BPS Kota Madiun dalam press release beberapa waktu lalu. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz menjelaskan IPM memiliki tiga komponen utama. Yakni, komponen umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan komponen standar hidup layak. Abdul merinci, untuk komponen umur panjang dan hidup sehat memiliki indikator Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir. UHH di Kota Madiun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023 lalu, UHH Kota Madiun sebesar 75,40 tahun. Artinya, setiap bayi yang lahir di Kota Madiun memiliki harapan hidup sampai berusia 75 tahun lebih. Sementara, UHH di 2022 lalu sebesar 75,11 tahun.
‘’Tentu saja itu tidak terlepas dari program dan kebijakan pemerintah dimulai dari sebelum kehamilan hingga lanjut usia. Dan Pemerintah Kota Madiun, cukup memberikan perhatian akan hal itu. Makanya UHH di Kota Madiun juga terus naik,’’ jelasnya.
Sementara untuk komponen pengetahuan setidaknya terdapat dua indikator. Yakni, Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). HLS di Kota Madiun 2023 lalu mencapai 14,44 tahun. Artinya, anak-anak kita memiliki harapan menuntut ilmu hingga di bangku perkuliahan. Sedang, untuk RLS di angka 11,82 tahun. Lagi-lagi, itu juga tak terlepas dari perhatian Pemerintah Kota Madiun akan dunia pendidikan.
Seperti diketahui, Pemkot Madiun memberikan berbagai bantuan di bidang pendidikan. seperti fasilitas laptop, seragam dan ongkos jahit, akses internet gratis, hingga bantuan beasiswa mahasiswa (BBM). Tak heran, semangat pendidikan warga Kota Madiun juga tinggi.
‘’Terakhir, IPM juga dihitung dari komponen standar hidup layak dengan pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebagai indikatornya. Pengeluaran perkapita masyarakat Kota Madiun sebesar Rp 17,115 ribu pada 2023 lalu. Ini juga meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,503 ribu. Artinya, daya beli masyarakat juga semakin meningkat,’’ ungkapnya.
Masih berdasar data BPS, IPM Kota Madiun memang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Yakni, sebesar 80,88 (2019), 81,93 (2020), 82,27 (2021), 83,02 (2022), dan 83,71 (2023). Artinya, ada peningkatan cukup signifikan di lima tahun terakhir. Yakni, ada peningkatan 2,83 poin jika dibanding IPM di 2019 lalu. Capaian apik IPM untuk 2023 itu tidak hanya menempatkan Kota Madiun di urutan ke-14 nasional kategori kota, tetapi juga menempatkan Kota Madiun di urutan ketiga kota/kabupaten peraih IPM tertinggi di Provinsi Jawa Timur. (ws hendro/agi/madiuntoday)