Angka Stunting Kota Madiun 12,8 Persen di 2023, Kadinkes: Kalau Data dari Posyandu Hanya 4,5 Persen
MADIUN – Angka stunting di Kota Madiun cukup rendah. Yakni, di angka 12,8 persen di 2023 lalu. Angka itu sudah di bawah prevalensi Jawa Timur dan nasional. Stunting Jawa Timur di angka 17,7 persen. Sementara target nasional di angka 14 persen. Kendati begitu, fakta di lapangan angka stunting di Kota Madiun sejatinya jauh lebih kecil dari 12,8 persen tersebut.
‘’Jadi metode survei yang dilakukan pusat pada saat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 lalu hanya berdasar sampling. Dari sekitar 9 ribu anak di Kota Madiun yang disurvei hanya 182 anak di antaranya. Makanya, kita ada kenaikan jika dibanding dengan 2022,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun, dr Denik Wuryani, Rabu (29/5).
Padahal, dari data yang dihimpun tiap Posyandu di Kota Madiun hanya ditemukan sekitar 4,5 persen. Denik menyakini data itu lebih valid. Sebab, pendataan sudah by name by address. Pun, pendataan dilakukan tiap bulan pada saat giat Posyandu. Denik menyebut ke depan sistem pendataan juga akan diubah. Yakni, dilaporkan secara riil time melalui aplikasi plikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM).
‘’Mulai Juni nanti, hasil temuan di lapangan akan dilaporkan dalam aplikasi e-PPGBM itu. Makanya perkembangan bisa diketahui secara riil time setiap bulan. Optimis pasti angka stunting di Kota Madiun bisa turun,’’ ungkapnya.
Namun, tentu dengan berbagai upaya. Mulai dari pencegahan hingga penanganan kepada stunting. Upaya pencegahan pun dilakukan secara berlapis. Dimulai dari pemeriksaan dan pemberian tablet penambah darah bagi remaja usia subur, pencegahan dan penekanan pernikahan usia dini, pendampingan pra nikah, pendampingan dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, pendampingan paska melahirkan, program kakek-nenek asuh, hingga bantuan-bantuan.
‘’Untuk penanganan sudah kita kelompokkan berdasar penyebab stunting. Apakah karena pola asuh, kemiskinan, atau karena penyakit. Itu sudah ada penanganannya masing-masing,’’ jelasnya. (dspp/agi/madiuntoday)