Okupansi Hotel di Kota Madiun Melejit Saat Long Weekend Maulid
MADIUN - Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Jumat (7/9) hingga Minggu (8/9) membawa berkah bagi industri perhotelan di Kota Madiun. Tingkat okupansi hotel tercatat meningkat signifikan hingga menembus 90 persen pada puncaknya.
Ketua BPC PHRI Kota Madiun, Aris Suharno, mengatakan lonjakan terjadi terutama pada Jumat dan Sabtu. “Hari Minggu sebagian tamu sudah kembali, tetapi Jumat dan Sabtu okupansi hampir 90 persen,” ujarnya.
Aris menyebut, kenaikan tersebut terasa melegakan setelah sebelumnya okupansi sempat turun akibat aksi demonstrasi di sejumlah daerah, termasuk Kota Madiun.
Bahkan, beberapa tamu yang sudah melakukan reservasi untuk 1–4 September memilih membatalkan pesanan. “Ada penurunan sekitar 25–30 persen karena pembatalan itu,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, Kota Madiun kerap dipilih wisatawan sebagai tempat menginap karena fasilitas hotelnya yang lengkap. Selain menjadi kota persinggahan menuju destinasi seperti Telaga Sarangan di Magetan atau Telaga Ngebel di Ponorogo, Kota Madiun juga memiliki sejumlah lokasi wisata menarik.
Seperti Pahlawan Street Center (PSC)
yang menjadi ikon baru kota, turut menambah alasan wisatawan untuk berlama-lama di Kota Madiun
Selain libur panjang, meningkatnya jumlah tamu juga dipengaruhi pelaksanaan Jambore Nasional Motor Antique Club Indonesia (MACI) di Stadion Wilis. “Pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada tamu dari Bali yang menginap di Kota Madiun,” ungkap Aris.
Menurutnya, dampak positif dirasakan seluruh kelas hotel, baik berbintang maupun nonbintang. Karena itu, PHRI mendorong pemerintah daerah untuk lebih sering menggelar event berskala besar.
“Kalau ada event, dampaknya langsung terasa bagi hotel. Hanya saja, tentu perlu menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
(rams/kus/madiuntoday)