Sering Lupa? Bukan Cuma Karena Faktor Usia, Ini Penjelasan Ahli
MADIUN - Pernah lupa meletakkan kunci atau menutup pintu kulkas? Hal tersebut masih tergolong wajar. Namun, jika frekuensi lupa semakin sering terjadi, bisa jadi otak sedang mengalami kelelahan atau penurunan fokus.
Menurut Kendra Cherry, pakar psikologi dari Verywell Mind, kondisi lupa tidak semata-mata disebabkan oleh faktor usia, melainkan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya. Berikut enam penyebab umum kenapa seseorang bisa sering lupa menurut para ahli.
Efek samping obat
Beberapa obat ternyata bisa memengaruhi daya ingat. Misalnya obat penenang seperti Xanax dan Valium, obat kolesterol (statin), beta blocker, hingga obat tidur seperti Ambien dan Lunesta. Karena itu, sebaiknya beri tahu dokter semua jenis obat atau suplemen yang kamu konsumsi.
Depresi dan kecemasan
Saat stres atau depresi, otak cenderung fokus memproses emosi negatif, bukan menyimpan informasi baru. Akibatnya, kamu jadi mudah lupa dan sulit konsentrasi. Dalam jangka panjang, stres kronis juga bisa menurunkan fungsi otak.
Pola makan yang buruk
Apa yang kamu makan berpengaruh besar pada kemampuan otak. Makanan olahan dan tinggi gula bisa mempercepat penurunan daya ingat. Sebaliknya, sayuran hijau, tomat, dan teh kaya flavonoid justru membantu menjaga kesehatan otak.
Kurang tidur
Tidur bukan cuma waktu istirahat, tapi juga momen penting bagi otak untuk menyusun dan menyimpan ingatan. Kalau kamu sering begadang, wajar kalau jadi pelupa. Gangguan tidur seperti sleep apnea juga bisa membuat otak kekurangan oksigen saat malam hari.
Gangguan pendengaran
Ternyata, pendengaran juga berpengaruh pada daya ingat. Saat otak terlalu fokus menafsirkan suara atau ucapan yang sulit didengar, kemampuannya menyimpan informasi jadi berkurang. Penggunaan alat bantu dengar bahkan bisa menurunkan risiko penurunan kognitif.
Terlalu banyak multitasking
Sering ngerjain banyak hal sekaligus? Hati-hati, kebiasaan ini bisa bikin otak kehilangan fokus. Studi menunjukkan, orang yang sering berpindah tugas atau menggunakan beberapa perangkat sekaligus lebih mudah lupa dibanding yang fokus pada satu hal.
Selain enam faktor tadi, lupa juga bisa muncul karena memori yang memudar seiring waktu, informasi yang tidak sempat tersimpan di otak, atau bahkan keinginan untuk melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Jadi, sering lupa belum tentu tanda pikun. Coba perhatikan lagi pola hidupmu cukup tidur, kelola stres, dan makan sehat agar otak tetap tajam dan fokus setiap hari.
(Dspp/kus/madiuntoday)