Pasar Krempyeng Semendung Jadi Ruang Wisata dan Ekonomi Warga
Pasar Krempyeng Semendung Jadi Ruang Wisata dan Ekonomi Warga
KOTA MADIUN – Pasar Krempyeng Semendung kian menunjukkan perannya sebagai ruang wisata sekaligus penggerak ekonomi warga. Digelar di Lapak Bumi Semendung, Kecamatan Kartoharjo, Minggu (25/1), pasar ini menjadi upaya menghadirkan aktivitas ekonomi yang menyebar dan tidak terkonsentrasi di satu titik pusat kota.
Camat Kartoharjo, Yayak Muflihana Hanik, mengatakan Pasar Krempyeng Semendung merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan.
“Harapan kita sebagai bagian dari Pemkot, kehadiran kami di sini untuk membersamai pedagang dan pelaku UMKM. Pengembangan pariwisata dan ekonomi tidak terpusat di tengah kota saja, tetapi juga tumbuh di semua wilayah dan menjadi jembatan kesejahteraan bagi warga,” ujarnya.
Pasar Krempyeng Semendung menawarkan beragam produk UMKM, mulai dari aneka makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, hingga kerajinan tangan dan produk lokal lainnya. Konsep pasar yang digelar di ruang terbuka ini menjadikannya tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga destinasi wisata keluarga.
Keberadaan pasar ini berawal dari inisiatif warga sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, sekitar 20 pedagang berjualan di wilayah RT 48. Namun, aktivitas pasar sempat berhenti saat pandemi dan kawasan sekitar difungsikan sebagai jogging track. Melihat potensi yang ada, lurah setempat kemudian menghidupkan kembali pasar dengan konsep yang lebih tertata. Kini, jumlah pedagang bertambah menjadi sekitar 60 orang dan terus diminati pengunjung.
Awalnya, pedagang berasal dari warga Klegen. Seiring berjalannya waktu, antusiasme datang dari berbagai kelurahan lain, bahkan dari luar wilayah. Sesuai namanya, pasar ini disebut “krempyeng” karena hanya dibuka sesaat dan diagendakan rutin setiap hari Minggu.
Tak hanya dikunjungi masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya, Pasar Krempyeng Semendung juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Dua turis asal Spanyol, Cristina dan Mario, yang mengikuti program Kawisata Kenogo Sehati Winongo, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
Dengan antusiasme pedagang dan pengunjung yang terus meningkat, Pasar Krempyeng Semendung diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh wisata berbasis warga sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kota Madiun.
(Bip/kus/madiuntoday)