Agar KBM Berjalan Optimal, Petugas Cek Kesehatan Guru dan Tenaga Kependidikan



Agar KBM Berjalan Optimal, Petugas Cek Kesehatan Guru dan Tenaga Kependidikan

MADIUN – Upaya menjaga kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan terus diperkuat. Salah satunya, dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin di lingkungan sekolah. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 3 Kota Madiun, Jumat (23/1). Petugas Puskesmas Ngegong datang untuk pemeriksaan kesehatan bagi guru dan tenaga kependidikan. Khususnya dari risiko penyakit tidak menular (PTM).

Kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Pos Bindu) PTM tersebut memang rutin digelar ke sekolah-sekolah. Pemeriksaan dinilai perlu mengingat aktivitas tenaga pendidik yang padat setiap harinya. Harapanya, kegiatan belajar-mengajar (KBM) bisa berjalan optimal.

‘’Melihat aktivitas kerja guru yang cukup padat, kami berinisiatif melakukan deteksi dini PTM. Pemeriksaan yang dilakukan cukup lengkap, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG),” kata Koordinator Penanggung Jawab Klaster 3 sekaligus Koordinator PTM Puskesmas Ngegong Defi Sulistyaningrum.

Berbagai pemeriksaan dilakukan. Mulai dari pengukuran tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi, pemeriksaan gula darah untuk diabetes melitus, hingga pemeriksaan kolesterol dan asam urat guna mengetahui risiko stroke. Selain itu, dilakukan pula pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar perut untuk mendeteksi potensi obesitas.

Deteksi dini kanker payudara juga menjadi bagian dari layanan melalui metode Sadari (pemeriksaan payudara sendiri) dan Sadanis (pemeriksaan payudara klinis). Pemeriksaan fungsi indra, seperti ketajaman pendengaran dan penglihatan turut diberikan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh.

“Dari hasil pemeriksaan, yang paling sering kami temukan adalah obesitas, hipertensi, dan diabetes. Namun sebagian besar sudah terkontrol karena kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Para guru sudah memahami kebiasaan apa yang perlu dijaga dan apa yang harus ditinggalkan,” tambahnya.

Selain pemeriksaan, peserta mendapatkan edukasi kesehatan. Apabila ditemukan hasil di atas ambang normal, petugas akan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan. Devi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit tidak menular di musim hujan. Khususnya bagi warga dengan riwayat asma. 

“Udara dingin, lembap, dan debu dapat memicu kekambuhan. Kami mengimbau untuk menghindari faktor risiko dengan menggunakan jaket, masker, serta selalu membawa obat atau inhaler,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Kota Madiun Choirul Muttaqin mengapresiasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menjaga kebugaran guru dan tenaga kependidikan agar tetap optimal dalam memberikan layanan pendidikan.

“Pemeriksaan kesehatan ini merupakan kegiatan rutin bagi Bapak-Ibu guru dan tenaga kependidikan, meliputi pemeriksaan tensi, gula darah, kolesterol, dan lainnya. Jumlah guru sebanyak 29 orang, ditambah tenaga kependidikan sehingga total sekitar 35 orang. Harapannya, seluruh tenaga pendidik dan kependidikan selalu sehat sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan layanan pendidikan yang prima,” pungkasnya. (bip/rat/agi/madiuntoday)