Antisipasi Bencana Sejak Dini, BPBD Gelar Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Kalangan Pelajar
Antisipasi Bencana Sejak Dini, BPBD Gelar Edukasi Kesiapsiagaan Bencana di Kalangan Pelajar
MADIUN – Getaran gempa yang sempat dirasakan warga Kota Madiun beberapa waktu lalu, menjadi alarm penting akan perlunya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Salah satunya seperti yang terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan di SMP Negeri 13 Kota Madiun, Rabu (28/1).
Sebanyak 200 siswa yang merupakan perwakilan dari setiap kelas mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pembekalan materi kebencanaan, mitigasi gempa bumi, hingga penanganan animal rescue yang dikemas secara interaktif dan dilengkapi dengan simulasi serta praktik lapangan.
“Ini adalah kegiatan mitigasi edukasi pelatihan dan peningkatan kesiapsiagaan bencana di SMP Negeri 13. Materi yang disampaikan ada materi gempa dan materi animal rescue dilanjutkan dengan praktek lapangan untuk simulasi gempa dan untuk penanganan animal rescue. Dengan didampingi oleh Ibu Kepala Sekolah dan juga Bapak Ibu Guru dari SMP Negeri 13,” ujar Heter Hidayati, Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun.
Menurut Heter, edukasi ini penting agar siswa memahami langkah yang tepat saat menghadapi situasi darurat. Termasuk saat terjadi gempa bumi seperti yang dirasakan di Kota Madiun meskipun pusat gempa berada di wilayah Pacitan.
“Tujuan kami untuk melakukan edukasi dan pelatihan ini yaitu agar siswa sekolah tahu bagaimana nanti ketika ada gempa seperti kemarin pagi dirasakan gempa di wilayah Kota Madiun meskipun jauh dari zonanya di Pacitan,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada mitigasi gempa, BPBD juga membekali siswa dengan pengetahuan menghadapi gangguan hewan berbahaya yang kerap muncul saat musim hujan. Melalui materi animal rescue, siswa diajak memahami cara mengenali tingkat risiko serta prosedur penanganan yang aman. Tak terkecuali pentingnya melibatkan petugas apabila kondisi dinilai membahayakan dengan menghubungi call center 112, BPBD, atau pemadam kebakaran Kota Madiun.
BPBD Kota Madiun juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada menghadapi potensi gempa susulan.
“Imbauan kepada masyarakat yang jelas satu, jangan panik. Kemudian yang kedua, menyelamatkan diri dan yang ketiga, bisa edukasi pribadi dengan menonton simulasi pelatihan di kanal-kanal YouTube,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 13 Kota Madiun Anik Suyatni menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi kebencanaan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Ia berharap edukasi yang diterima siswa dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh peserta didik.
“Harapannya, peserta dapat menyampaikan kembali informasi kepada teman-teman sekelasnya sehingga edukasi kebencanaan tetap tersampaikan kepada seluruh siswa. Anak-anak juga dibekali pengetahuan tentang cara penanganan yang benar, aman bagi manusia, serta tidak merusak ekosistem,” tambahnya.
(Dspp/rat/agi/madiuntoday)