Belajar Berbagi Sejak Dini, Paket Sayur yang Dikemas Anak TK Ludes dalam 15 Menit



MADIUN - Ada yang unik di depan RA Al Hadiid Jalan Diponegoro, Kota Madiun. Pada Jumat (27/2) pagi. Sebanyak 250 paket sayur digantung rapi di pagar sekolah. Hebatnya, seluruh paket itu ludes diambil warga hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Aksi berbagi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pondok Ramadan, dengan dana yang bersumber dari infak siswa yang rutin dikumpulkan setiap Jumat.

Kepala sekolah RA Al Haddiid, Adji Triana Dewi  menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pondok Ramadan yang telah berlangsung sejak awal pekan.

“Berbagi hari ini dalam rangkaian kegiatan Pondok Ramadan. Dananya murni dari infak anak-anak yang kita kumpulkan setiap hari Jumat, kemudian dibelikan bahan sayuran untuk dibagikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, siswa tidak sekadar menyaksikan, tetapi turut dilibatkan dalam proses persiapan. Anak-anak membantu memilah sayuran yang masih utuh, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik hingga menjadi paket siap dibagikan.

“Anak-anak kita libatkan sejak awal. Supaya mereka merasakan langsung proses berbagi itu, meski dalam hal sederhana seperti membungkus paket sayur,” jelasnya.

Paket yang dibagikan berisi aneka sayuran seperti sayur asem, lodeh, dan sop, lengkap dengan lauknya. Seluruh bahan dibeli dari pasar dalam kondisi segar sebelum kemudian dikemas bersama.

Konsep berbagi dengan cara menggantungkan paket di pagar ini terinspirasi dari praktik serupa yang sempat marak saat pandemi Covid-19. Saat itu, warga saling membantu dengan mencantolkan bahan pangan di pagar agar bisa diambil siapa saja yang membutuhkan.

Pada kegiatan kali ini, sebanyak 181 siswa terlibat. Meski begitu, jumlah paket yang dibagikan mencapai 250 paket. Pihak sekolah juga menuliskan pesan “Silakan mengambil satu gratis” pada pagar sebagai penanda bahwa siapa pun boleh mengambil sesuai kebutuhan.

Karena lokasi sekolah berada di tepi jalan yang cukup ramai, pagar tetap ditutup demi keamanan. Dari dalam area sekolah, anak-anak menyaksikan dengan antusias warga yang datang mengambil paket sayur.

Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.

“Harapannya sederhana, supaya anak-anak paham bahwa tidak semua orang seberuntung mereka. Belajar peduli dan berbagi tidak harus menunggu dewasa. Sejak kecil pun sudah bisa menyisihkan sebagian untuk orang lain,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, nilai empati dan kepedulian sosial diharapkan tumbuh kuat dalam diri anak-anak, sehingga Ramadan tak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga pembelajaran tentang arti berbagi.

(Istimewa/rat/Madiuntoday)