Cukup Scan Barcode, Warga Kini Bisa Cek Harga Sembako di Pasar Kota Madiun Secara Real-Time



MADIUN - Masyarakat kini dapat mengetahui harga kebutuhan pokok di pasar secara lebih mudah dan cepat. Dinas Perdagangan Kota Madiun menghadirkan fasilitas scan barcode yang terhubung langsung dengan aplikasi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbabo) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Fasilitas tersebut menjadi tindak lanjut dari program Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur pada 2024 yang sebelumnya memasang layar LCD dan perangkat penampil harga di sejumlah pasar. Namun, seiring waktu perangkat tersebut dinilai kurang optimal, sehingga pemerintah provinsi menggantinya dengan sistem barcode yang terhubung langsung dengan aplikasi digital.

Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, menjelaskan bahwa sistem barcode mulai diterapkan pada awal 2025. Melalui fitur tersebut, masyarakat cukup memindai kode yang tersedia menggunakan ponsel pintar untuk langsung melihat perkembangan harga bahan pokok secara terkini.

“Awalnya kami diberi contoh pemasangan di Pasar Besar Madiun. Barcode ditempatkan di pintu masuk depan dan belakang. Setelah itu kami gandakan dan dipasang di beberapa titik strategis agar mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Saat ini barcode telah dipasang di beberapa pasar, di antaranya Pasar Besar Madiun yang memiliki tiga hingga empat titik pemasangan di pintu masuk kanan dan kiri. Selain itu, fasilitas serupa juga tersedia di Pasar Sleko pada pintu utama serta Pasar Srijaya yang ditempatkan di area tembok dekat akses masuk pasar.

Melalui barcode tersebut, masyarakat akan langsung diarahkan ke aplikasi Siskaperbabo yang menampilkan daftar harga bahan pokok. Data harga diperbarui secara berkala oleh petugas pasar, biasanya setelah pukul 10.00 WIB.

Menurut Tri, kehadiran fasilitas ini mendapat respons positif dari masyarakat maupun pedagang. Sebab, hampir seluruh masyarakat kini menggunakan ponsel berbasis Android sehingga dapat dengan mudah mengakses informasi harga secara mandiri.

“Respon masyarakat cukup baik karena merasa terbantu. Pedagang juga merespons positif karena sekarang hampir semua orang memiliki ponsel Android, jadi bisa langsung mengecek harga sendiri,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai acuan sebelum berbelanja. Dengan begitu, masyarakat dapat membandingkan harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap dibeli di pasar tradisional.

“Harapannya masyarakat bisa menggunakan informasi harga ini sebagai acuan dan tetap berbelanja di pasar. Dengan harga yang transparan, masyarakat juga tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying,” pungkasnya.

(ws hendro/kus/madiuntoday)