Pemeriksaan Takjil, Empat Sampel Diuji Laboratorium



MADIUN – Beragam takjil yang dijual di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun diinspeksi tim kesehatan, Senin (9/3). Total tim mengambil sampel 10 jenis takjil berupa makanan dan minuman.

Hasilnya cukup melegakan. Dari 10 sampel yang diuji cepat, enam di antaranya dinyatakan negatif dari bahan kimia dan kontaminasi bakteri berbahaya.

‘’Untuk lainnya butuh waktu uji mikrobiologi yang hasilnya keluar besok (10/3),’’ kata Sanitarian Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur Yenni Dwi Kurniawati, Senin (9/3).

Selain mengambil beberapa sampel takjil, Yenni menyebut tim juga menemukan pelaku usaha makanan-minuman yang menggunakan nitrogen cair (liquid nitrogen). Padahal, penggunaan dry ice atau nitrogen cair tersebut tidak diperbolehkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

‘’Ini masih menjadi PR besar bagi kami. Nitrogen cair bisa menyebabkan iritasi organ dalam jika dikonsumsi. Pelaku usaha sering kali tidak mengerti bahwa bahan tertentu tidak boleh digunakan untuk pangan,’’ ungkapnya.

Menyikapi itu, Yenni menyarankan tim kesehatan pemkot menindaklanjuti temuan tersebut. Salah satunya melakukan pembinaan. Baik terhadap pelaku usaha maupun sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat selaku konsumen.

‘’Terkadang pelaku usaha tidak mengerti bahwa pangan tertentu tidak boleh digunakan. Masyarakat memiliki hak membeli, tapi juga punya kewajiban untuk lebih aware terhadap jenis dan kebersihan makanan-minuman yang dikonsumsi,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, inspeksi ini merupakan agenda rutin tahunan. Meski sudah menjadi rutinitas, pengawasan ketat tetap perlu dilakukan guna memastikan makanan-minuman yang dikonsumsi masyarakat aman.

‘’Kegiatan ini menanggapi adanya SE Kemenkes perihal pemeriksaan takjil guna menjaga keamanan pangan bagi masyarakat,’’ pungkasnya.

(rams/ggi/madiuntoday)