Temuan Kasus DBD di Kelurahan Patihan, Dinas Kesehatan Lakukan Fogging Dua Siklus



MADIUN - Upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan di Kota Madiun. Salah satunya melalui kegiatan fogging atau pengasapan yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Patihan, khususnya di Jalan Ksatria RT 16 RW 5.

Lurah Patihan, Anjasmoro, mengatakan kegiatan fogging dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul adanya peningkatan kasus DBD di Kota Madiun. Di wilayahnya sendiri sempat ditemukan warga yang terjangkit, termasuk seorang balita berusia empat bulan.

“Untuk pencegahan demam berdarah yang saat ini mengalami peningkatan di Kota Madiun, di wilayah kami sempat ada warga yang terjangkit, termasuk balita usia empat bulan. Ada juga warga dewasa, meski kita tidak tahu pasti tertular di mana. Namun alhamdulillah semuanya sudah pulih,” ujar Anjasmoro, Selasa (10/3). 

Ia menambahkan, selain fogging, pihak kelurahan juga akan memperkuat langkah pencegahan melalui kerja bakti rutin di tingkat RT.

“Insyaallah nanti akan kami sampaikan ke seluruh RT agar dua minggu sekali diwajibkan melaksanakan kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun, Neva Chandra Suroto, menjelaskan fogging dilakukan sebagai tindak lanjut hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilaksanakan oleh Puskesmas Ngegong.

“Berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi yang dilakukan pada 2 Maret 2026 di wilayah Jalan Ksatria RT 16 RW 5, ditemukan satu penderita positif DBD, tiga warga dengan keluhan panas, serta satu tempat penampungan air yang positif jentik dari 20 rumah yang diperiksa,” jelas Neva.

Untuk mencegah penularan lebih lanjut, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Ngegong melaksanakan fogging focus atau pengasapan sebanyak dua siklus di sekitar lingkungan penderita. Siklus pertama dilakukan pada Selasa (3/3) dan siklus kedua pada Selasa (10/3) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Neva mengimbau masyarakat untuk bekerja sama selama proses fogging berlangsung, di antaranya dengan membuka pintu rumah agar petugas dapat melakukan pengasapan di dalam rumah, menutup makanan agar tidak tercemar insektisida, serta membawa keluar anggota keluarga, terutama balita, lansia, dan orang yang sedang sakit.

Selain fogging, masyarakat juga diminta aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta menimbun barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Perlu diingat, nyamuk Aedes aegypti biasanya menggigit pada pagi hingga menjelang siang sekitar pukul 09.00–10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00–17.00 WIB,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Madiun, kasus DBD sejak Januari hingga 9 Maret 2026 tercatat sebanyak delapan kasus yang tersebar di beberapa kelurahan, yakni Mojorejo, Demangan, Taman, Josenan, Nambangan Lor, Ngegong, Kelun, dan Patihan.

Pemerintah Kota Madiun berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan potensi penyebaran DBD.

(Dspp/kus/madiuntoday)