Sampah Dapur Disulap Jadi Pembersih Sungai, Siswa SMK Ikut Tebar Eco Enzyme di Bantaran



MADIUN – Aksi peduli lingkungan dengan cara tak biasa terlihat di Sungai Bantaran, Rabu (23/4). Melibatkan pelajar SMK, Tim Penggerak PKK Kota Madiun bersama penggiat Program Kampung Iklim (Proklim) menebar eco enzyme sebagai upaya menekan pencemaran air.

Bukan tanpa alasan, cairan yang ditebar itu berasal dari limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran segar yang difermentasi menggunakan gula atau molase selama minimal tiga bulan. Hasilnya, eco enzyme menjadi cairan alami yang mampu membantu mengurai polutan di perairan.

Subkoordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Annita Yuli Mayasari, menyebut langkah ini sebagai solusi sederhana yang bisa dilakukan masyarakat.

“Eco enzyme ini kami gunakan untuk membantu mengurangi pencemaran air, dan penerapannya rutin dilakukan setiap bulan di berbagai saluran air,” ujarnya.

Menurutnya, eco enzyme yang digunakan merupakan hasil produksi anggota Proklim yang secara berkala mengikuti pelatihan, mulai dari proses pembuatan hingga masa panen.

Sementara itu, Ketua Tim Penggiat Eco Enzyme Nusantara, Kurnia Fidiawati, menegaskan bahwa manfaat eco enzyme tidak hanya sebatas pengolahan sampah, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas lingkungan.

“Enzim alami ini membantu menekan polutan dan mendukung kehidupan makhluk hidup di perairan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga melibatkan anggota Proklim serta sekolah Adiwiyata, termasuk SMK Negeri 3, sebagai bentuk edukasi langsung kepada generasi muda tentang pentingnya pengelolaan sampah organik.

“Harapannya manfaat eco enzyme bisa tersebar lebih luas di sepanjang aliran sungai,” pungkasnya. (bip/im/madiuntoday)